Pesantren Ciganjur Helat Seminar Kewarganegaraan
NU Online · Kamis, 12 Desember 2013 | 12:00 WIB
Jakarta, NU Online
Pesantren Ciganjur asuhan Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyelenggarakan seminar sehari di Hotel Bintang Jalan Raden Saleh No. 16 Jakarta Pusat, Kamis, (12/12), siang.
<>
Acara ini merupakan kerjasama strategis dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puslitbang Penda) Kementerian Agama Republik Indonesia.
Seminar sehari yang mengusung tema Pendidikan Kewarganegaraan di Pesantren ini diikuti oleh setidaknya 50 peserta dari berbagai pesantren di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Sebagian besar adalah para ustadz dan kiai muda yang mengabdi di pesantren. Selain itu, hadir juga beberapa peneliti dari lingkungan Puslitbang Penda Kemenag RI.
Hadir sebagai pembicara Rais Syuriah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Wakil Pengasuh Pesantren Al-Kenaniyah Jakarta Timur KH Abdul Wahid Mariyanto, penulis buku Humanisme Gus Dur Syaiful Arif, dan wakil dari PP Lesbumi, Ali Shobirin.
Acara ini dibuka oleh keynote speaker yang juga menjabat Kapuslitbang Penda, Prof. Abdurrahman Mas’ud, Ph.D. Dalam sambutannya, ia mengatakan, acara yang digagas Pesantren Ciganjur ini merupakan terobosan awal untuk memulai memasyarakatkan kembali isu-isu kewarganegaraan.
Selain itu, kata dia, acara ini juga dapat menjadi deteksi dini sejauh mana pendidikan kewarganegaraan berlaku di pesantren.
Meski demikian, lanjutnya, isu-isu tentang kewarganegaraan ini justru diilhami oleh para kiai di pesantren. Kita tentu masih ingat betapa pesantren sangat mencintai negara ini di saat kalangan lain belum memulainya.
“Tentu, kegiatan seperti ini perlu ditindaklanjuti di masa-masa mendatang agar ada rumusan penting tentang pendidikan kewarganegaraan agar anak santri mencintai bangsa dan negerinya,” harapnya. (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri: Hari Kemenangan untuk Kebebasan Masyarakat Sipil
Terkini
Lihat Semua