Harga Bahan Baku Naik, Omzet Pedagang Kuliner di Rembang Menurun
NU Online Ā· Rabu, 10 Juni 2026 | 20:00 WIB
Penurunan daya beli dan kenaikan harga bahan baku tekan pedagang warung nasi dan seblak di Rembang. (Foto: NU Online/Ayu Lestari)
Ayu Lestari
Kontributor
Rembang, NU Online
Penurunan daya beli masyarakat dalam beberapa bulan terakhir mulai dirasakan para pelaku usaha skala kecil di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kondisi tersebut terlihat dari berkurangnya jumlah pelanggan yang datang ke warung nasi maupun usaha seblak yang selama ini menjadi pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Di tengah menurunnya jumlah pembeli, para pedagang juga harus menghadapi kenaikan harga berbagai bahan baku. Harga pangan yang terus meningkat membuat biaya operasional usaha semakin membengkak. Situasi ini menempatkan pelaku usaha pada posisi yang tidak mudah karena harus mempertahankan pelanggan tanpa menaikkan harga jual secara signifikan.
Dewi Septiana, pemilik usaha penyetan Kedai Pinara Rembang, mengaku omzet usahanya mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi seiring kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang digunakan sebagai bahan baku dagangan.
āAkhir-akhir ini kondisi warung saya agak sepi. Jumlah pembeli mengalami penurunan. Daya beli berubah karena kondisi ekonomi dan banyaknya pedagang yang membuka usaha serupa,ā ujar Dewi kepada NU Online, Selasa (9/6/2026).
Selain berkurangnya jumlah pelanggan, ia juga merasakan dampak langsung dari kenaikan harga bahan pangan yang terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Dewi menyebut biaya operasional usahanya meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun lalu.
āBiaya operasional warung mengalami kenaikan hampir 30 persen. Jadi saya sering melakukan promosi dan menggunakan layanan gratis pengantaran,ā tambahnya.
Untuk mempertahankan usaha, Dewi mengaku rutin menawarkan berbagai promo kepada pelanggan serta membuka layanan free delivery agar penjualan tetap berjalan.
Ia berharap kondisi ekonomi masyarakat dapat segera membaik dan harga bahan pangan kembali stabil sehingga usaha kecil seperti miliknya dapat kembali berkembang.
Keluhan serupa disampaikan Lina, penjual seblak di Rembang. Ia mengatakan pendapatan usahanya menurun akibat kenaikan harga bahan baku yang terjadi hampir pada seluruh komponen produksi. Selain itu, semakin banyaknya pelaku usaha sejenis membuat persaingan pasar semakin ketat.
āPenjualan menurun karena bahan-bahan semuanya naik harga. Selain itu, banyak pesaing di luar sana dan pembeli lebih memilih yang lebih murah. Kondisi ini sangat memengaruhi usaha saya, bahkan kerugiannya hampir setengah dari modal,ā ungkapnya.
Lina memperkirakan omzet usahanya turun sekitar 20 persen dalam beberapa waktu terakhir. Untuk mempertahankan pelanggan, ia menerapkan berbagai strategi pemasaran, termasuk memberikan promosi dan bonus bagi pembeli dalam jumlah besar.
āSekitar 20 persen saya mengalami penurunan. Jadi saya sering melakukan promosi dan memberikan bonus kalau pembeli ingin memborong dagangan saya,ā ujar Lina, Selasa (9/6/2026).
Menurut Lina, tantangan terbesar yang dihadapi penjual seblak saat ini adalah kenaikan harga bahan baku, terutama produk olahan seperti sosis dan berbagai jenis cabai yang menjadi bahan utama dalam menu seblak.
āTantangan terbesar yang dihadapi penjual seblak saat ini adalah kenaikan harga produk olahan seperti sosis dan berbagai jenis cabai,ā terangnya.
Para pelaku usaha berharap harga bahan pokok dapat segera kembali stabil. Dengan demikian, mereka bisa memperoleh keuntungan yang lebih baik sekaligus menjaga keberlangsungan usaha di tengah persaingan yang semakin ketat.
āSemoga saja harga pangan dan kebutuhan pokok lainnya bisa turun,ā pungkasnya.
Terpopuler
1
Melalui PBNU, YANMU Salurkan 11 Ambulans dan 1.000 Al-Quran untuk PWNU dan PCNU
2
Nasirun, Keluarganya, dan Tarekat
3
Disertasi tentang Orientasi Doktrinal NU Antar Asikin Sumarto Raih Doktor di University of Jordan
4
PBNU Pastikan Pesantren Tambakberas Siap Tampung 3.000 Lebih Peserta Muktamar Ke-35 NUĀ
5
Baznas Ajak Elemen Bangsa Perkuat Persatuan melalui Gerakan Zakat
6
Masuk Bursa Bakal Calon Ketua Umum PBNU, Ini Kiprah dan Profil KH Marsudi Syuhud
Terkini
Lihat Semua