Pesantren Tebuireng Ajari Santri Bersikap Toleran
NU Online · Kamis, 18 September 2014 | 23:04 WIB
Jombang, NU Online
Pengasuh Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Sholahudin Wahid, menegaskan bahwa kurikulum pendidikan di pesantrennya selalu mengajari santri untuk bersikap toleran.
<>
"Kami selalu beritahukan dan ajarkan santri untuk bersikap toleran, juga taat pada negara," katanya di Jombang, Kamis, menanggapi adanya salah seorang alumni pondok tersebut yang diduga terkait dengan jaringan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).
Gus Sholah, sapaan akrab KH Sholahudin Wahid, ini juga mengatakan, di pesantren juga sering mengadakan pertemuan yang membahas tentang toleransi, menghormati orang lain. Selain itu, juga diajarkan bagaimana bersikap moderat.
"Kami sangat moderat, sering bertukar pikiran, dialog," katanya.
Pihaknya menyayangkan adanya salah seorang santri yang diduga alumni PP Tebuireng, Jombang, yang diduga terlibat jaringan radikal ISIS. Ia diketahui bernama Saiful Priatna.
Gus Sholah mengakui ada santri dengan nama itu pernah belajar di PP Tebuireng, Jombang, sekitar tahun 2000. Namun, ia hanya sebentar belajar, sekitar satu tahun lalu keluar.
Pihaknya menyebut, dalam rentang waktu yang cukup lama, sampai 13 tahun, bisa saja seorang santri berubah, salah satunya karena terpengaruh lingkungan tempat ia berada.
Adik almarhum KH Abdurrahmah wahid ini juga menyayangkan jika yang ditangkap itu benar alumni PP Tebuireng. Saat ini, pengurus di pondok diintensifkan untuk memberikan pemahaman terkait dengan Islam yang benar. PP Tebuireng juga sudah berkomitmen untuk menolak adanya jaringan ISIS, termasuk alumni pondok.
"Kami sayangkan dia mudah sekali seandainya benar (terlibat jaringan kelompok radikal ISIS). Tapi, namanya pengaruh dari luar, sulit untuk menetralisir semua," katanya. (antara/mukafi niam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua