Pesantren Wahid Hasyim Latih Santri Urus Jenazah
NU Online · Rabu, 17 Desember 2014 | 11:01 WIB
Semarang, NU Online
Pondok Pesantren luhur Wahid Hasyim Semarang Jawa Tengah menggelar Pelatihan mengurus jenazah di Masjid Nurul Ulum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang. Pelatihan yang berlangsung pada Selasa malam (16/12) pukul 20.00 WIB itu diikuti seluruh santri, baik laki-laki maupun perempuan.
<>
Para santri sangat antusias sekali ketika mendengarkan penjelasan dari pengasuh pondok pesantren Luhur wahid Hasyim, KH Ali Haidar. Ia menjelaskan bahwa ada empat hal yang wajib ketika mengurusi orang meninggal.
Pertama, kata dia, memandikan, kedua mengkafani, ketiga mensholati, keempat menguburkan.
Tentang mengkafani mayat, dikatakannya bahwa laki-laki sebanyak tiga lipat, sedangkan perempuan lima lipat.
Sementara itu lurah (red. ketua) Pondok Pesantren Wahid Hasyim Semarang, M Agus Fauzi mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih santri untuk bisa mengurusi mayat baik teori maupun praktek.
"Tujuan kami, santri laki-laki maupun perempuan nantinya ketika lulus pondok sudah bisa mengurus mayit," katanya kepada NU Online di sela-sela acara berlangsung.
Kami juga berharap, tambahnya santri tidak hanya bisa mengurusi mayat secara teori saja, tapi praktik juga bisa.
"Beberapa bulan yang lalu juga diadakan pelatihan cara bernikah dan ini merupakan program kerja kami yang terakhir sebelum besok Rabu malam (17/12) melakukan pemilihan pengurus pondok yang baru," pungkasnya. (Yusrul Wafa/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
Terkini
Lihat Semua