Ratusan Santri Assalafie Babakan Ikuti Seminar Bahaya ISIS
NU Online · Jumat, 24 Oktober 2014 | 03:03 WIB
Cirebon, NU Online
Ratusan santri putra-putri pondok pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin Cirebon memenuhi lantai II gedung aula Gondang Manis pada Rabu (22/10). Mereka mengikuti acara seminar nasional tentang The Islamic State of Irak & Syam (ISIS).
<>
Seminar bertema Gerakan ISIS dan Dekonstruksi Ajaran Islam tersebut menghadirkan narasumber dari kepolisian kabupaten Cirebon, ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cirebon dan peneliti wilayah Timur Tengah.
Pengasuh pesantren KH Azka Hammam Syaerozi, Lc, menyambut baik acara tersebut. Kegiatan itu, menurut dia, merupakan sosialisasi kepada masyarakat umum dan kalangan santri tentang bahaya gerakan ISIS.”
“Konflik dan kekerasan yang terjadi di negara-negara Arab, khususnya di Irak dan Syria, jangan sampai terjadi di tanah air,” imbau alumnus universitas Al Fath Damaskus Syiria tersebut.
Kita, sambung kiai yang akrab disapa Abah Hammam, bangsa Indonesia memiliki tradisi dan karakter sendiri, sebuah bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan akhlakul karimah.
Seminar tersebut merupakan rangkaian acara menyambut tahun baru 1436 Hijriyah. Selain seminar, akan diisi dengan musabaqoh qiro’atul kutub (MQK) se-wilayah III Cirebon, gerakan 1000 santri melukis, karnaval budaya dan marhabanan (pembacaan maulid).
Adapun pada malam tahun baru hijriyah -sebagai puncak acara- akan diadakan prosesi penutupan Musabaqoh Qiro’atul Kutub (MQK) dan deklarasi Hari Santri Nasional. “Kita menagih janji Presiden Jokowi, yang dalam masa kampanye menjanjikan tanggal 1 Muharrom sebagai hari santri Nasional”, ungkap ustadz Asyrofi sebagai kepala pondok. (Surur/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
Terkini
Lihat Semua