bagaimana jika datang padamu
lelaki penuh kelembutan cinta
memeluk dan mendekapmu erat
di tengah hawa dingin yang gigil
tubuhmu basah oleh tempias air hujan
di emperan pertokoan dini hari
lalu, berkata ia padamu
'wahai, engkau yang kedinginan
di telanjangi oleh hujan,
akan sampai berapa lama lagi
waktu kau butuhkan berkelana
tiada arah tujuan pasti,
sementara telah dititipkan kepadaku
risalah-Nya sebagai cahaya penuntun
yang memberimu kehangatan kala kedinginan
memberimu kesejukan kala panas mendera
juga membuatmu tiada kesepian
dan memberimu kelegaan di setiap tempat?
akankah kau biarkan dirimu terluka
sekalipun tiada engkau sadari
derita yang menggores luka batinmu
adalah buah perbuatanmu,
gelap pandangmu tiada lain
tersebab oleh cahaya batinmu
yang terus engkau padamkan,
pun sesalmu adalah penghambaanmu
kepada segala macam keinginan.
padahal, keinginan tiada bisa menjawab
bahkan dirinya sendiri.
akankah kau biarkan airmataku ini
menderas menganak sungai hanya untukmu?
tidak wahai lelaki malang berjubah kelam,
jangan sampai Tuhan sendiri yang melakukan
menghukummu tiada ampunan.
sungguh, tiada tega aku menyaksikan
penyiksaan yang teramat menimpamu.
kembalilah, wahai lelaki berwajah murung.
kembali. janganlah tanya lagi,
jalan itu lapang dan benderang.
mengapa masih engkau pilihkan
untuk dirimu sendiri, jalan gelap berduri?'
lelaki yang diterangi cahaya cinta itu
sejenak terdiam, menyaksikan hujan.
lalu, kembali dalam-dalam menatapmu,
dengan lirih ia berucap:
'bersediakah engkau mengusap airmataku ini?'
Pekalongan 12 Desember 2016
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
2
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
3
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
4
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
5
Khutbah Jumat: Tetap Membaca Al-Qur’an di Tengah Kesibukan Hidup
6
Khutbah Jumat: Mari Tingkatkan Kualitas dari Ibadah Personal Menuju Kepedulian Sosial
Terkini
Lihat Semua