Lelaki yang Menggenggam Surga
salam yaa salam
kerinduan untukmu kekasih alam
lelaki yang menggenggam surga
darah dan airmatamu
lelap dan jagamu
menghidupi doa-doa pengampunan
untuk manusia-manusia bersyahadat
lelaki yang mengasihi dan menjauhkan manusiaÂ
dari keputusasaan atas maksiat
     ketololan syariat
       dan kepalsuan taubat
  Â
salam yaa salam
lelaki yang bersyafaat
terimalah rindu dan sholawat kami
Salatiga, 2015
Perempuan Menulis Mantra
perempuan mata telaga
menulis mantra-mantra keselamatan
pada tubuh anak-anak gadisnya
alif agar tegak langkahnya
ba’ agar lurus jalannya
ta’ agar jeli matanya
memercikkan air sembahyang pada pusarnyaÂ
membisikkan alamat pulang
Losarang, 2010
Hujan Kaum Sunyi
Allahumma sayyiban nafi’an
Hujan di hatiku
Hujan di hatimu
Hujan yang mengakhiriÂ
Hujan yang mengawaliÂ
Veteran-Kaliurang, 2009Â
Sendekala
senja gerimis
sepasang burung gagak menukikÂ
melintas menara masjid
maghrib menyihir manusia-manusia kosong
‘alaikum salam
‘alaikum salam
bibir perempuan tua komat-kamit
menutup pintu-pintu rumahnya
Losarang, 2010
Guru Terakhir
datang padaku seorang perempuan
wajahnya kabut
matanya lautan dalam
ditangannya segenggam ceritaÂ
tentang buku-buku dan ruang berdebu
segala waktu baginya batu
selayak murid tiada berguru
tanyaku, apa maumu
hanya rusuh menggurat diamnya
kakinya diselonjorkan, aku membaca seribu mil perjalanan
tangannya dijulurkan, aku membaca seribu buku yang dia tulisÂ
bibirnya gemetar mengadu
tentang matinya seorang guru
Indramayu, 2010
Sajak Ibu kepada Ismail
menangislah, Nak
hujani lembah ini dengan permulaan
mata yang luap oleh doa-doa
melihat tak berbatas
mata air pada gurun
hujan pada kemarau
cahaya pada gelap
Â
doa ayah ibumu tak putus :Â
seperti delapan puluh tahun merindui kelahiranmu
seperti seluruh waktu belajar menyerahkanmuÂ
Losarang, 2010Â
Surtini Hadi, perempuan kelahiran Purworejo-Jawa Tengah. Menulis puisi, cerpen dan artikel. Puisi-puisinya terdokumentasi dalam buku Kaki Langit Sastra Pelajar, Horison, Jakarta (2002); Kemilau Musim, Pekanbaru (2003); Pesona Gemilang Musim, Pekanbaru (2004); Progo 2, Temanggung (2008); Puisi tentang Masjid, Jakarta (2017). Mulai giat bersastra saat nyantri di Pesantren Nurul Hidayah-Pangen Purworejo dan PPQ Al Amin Pabuaran Purwokerto. Saat ini tinggal di Kabupaten Semarang. Selain sebagai Guru PAUD dan Madrasah Qur’an, juga berkegiatan di Fatayat. Tulisan-tulisannya ada di www.kompasiana.com/suryaningmentari, dan blog pribadi www.seribujalan.wordpress.com.