Syariah

Amalan Utama di Hari Tasyrik

NU Online  Ā·  Kamis, 22 Juli 2021 | 08:00 WIB

Amalan Utama di Hari Tasyrik

Tasyrik: Takbir dan Dzikir

Hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) merupakan waktu istimewa untuk ibadah. Hari Tasyrik mendapat keistimewaan untuk ibadah karena pada hari-hari ini merupakan waktu di mana kebanyakan orang lalai. Ini salah satu keutamaan yang terkandung di Hari Tasyrik. (Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari bi Syarhi Shahihil Bukhari, [Kairo, Darul Hadits: 2004 M/1424 H], juz II, halaman 527).


Imam Bukhari mengutip hadits keutamaan Hari Tasyrik sebagai waktu istimewa untuk ibadah yang diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas ra.:


Ų¹ŁŽŁ†Ł ابْنِ Ų¹ŁŽŲØŁ‘ŁŽŲ§Ų³Ł Ų¹ŁŽŁ†Ł Ų§Ł„Ł†Ł‘ŁŽŲØŁŁŠŁ‘Ł ŲµŁŽŁ„Ł‘ŁŽŁ‰ Ų§Ł„Ł„Ł‡Ł Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁŠŁ’Ł‡Ł ŁˆŁŽŲ³ŁŽŁ„ŁŽŁ…Ł‘ŁŽ Ų£ŁŽŁ†Ł‘ŁŽŁ‡Ł Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ Ł…ŁŽŲ§ Ų§Ł„Ł’Ų¹ŁŽŁ…ŁŽŁ„Ł فِي Ų£ŁŽŁŠŁ‘ŁŽŲ§Ł…Ł Ų£ŁŽŁŁ’Ų¶ŁŽŁ„ŁŽ Ł…ŁŁ†Ł’Ł‡ŁŽŲ§ فِي Ł‡ŁŽŲ°ŁŁ‡Ł


Artinya: ā€œDari sahabat Ibnu Abbas ra., dari Nabi Muhammad saw, ia bersabda, ā€˜Tidak ada amal pada hari-hari ini yang lebih utama daripadanya di hari-hari ini,ā€™ā€ (HR Bukhari).


Adapun ketentuan ibadah di Hari Tasyrik yakni dilarangnya umat Islam melaksanakan puasa dan dianjurkannya memperbanyak zikir. Imam Muslim meriwayatkan hadits yang menerangkan Tasyrik sebagai hari istimewa untuk makan, minum, dan untuk zikir:


Ų¹ŁŽŁ†Ł’ Ł†ŁŲØŁŽŁŠŁ’Ų“ŁŽŲ©ŁŽ Ų§Ł„Ł’Ł‡ŁŲ°ŁŽŁ„ŁŁŠŁ‘Ł Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ Ų±ŁŽŲ³ŁŁˆŁ„Ł Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁ‡Ł ŲµŁŽŁ„Ł‘ŁŽŁ‰ Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁ‡Ł Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁŠŁ’Ł‡Ł ŁˆŁŽŲ³ŁŽŁ„Ł‘ŁŽŁ…ŁŽ Ų£ŁŽŁŠŁ‘ŁŽŲ§Ł…Ł Ų§Ł„ŲŖŁ‘ŁŽŲ“Ł’Ų±ŁŁŠŁ‚Ł Ų£ŁŽŁŠŁ‘ŁŽŲ§Ł…Ł Ų£ŁŽŁƒŁ’Ł„Ł ŁˆŁŽŲ“ŁŲ±Ł’ŲØŁ ŁˆŁŽŲ²ŁŽŲ§ŲÆŁŽ فِي رواية ŁˆŁŽŲ°ŁŁƒŁ’Ų±Ł Ł„ŁŁ„Ł‘ŁŽŁ‡Ł


Artinya: ā€œDari Nubaisyah Al-Hudzali, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, ā€˜Hari Tasyrik adalah hari makan, minum (pada riwayat lain), dan hari zikir,ā€™ā€ (HR Muslim).


Hari Tasyrik adalah sebutan bagi tiga hari (11, 12, 13 Dzulhijjah) setelah hari nahar (10 Dzulhijjah). Tiga hari itu dinamai demikian karena orang-orang menjemur daging kurban di waktu tersebut, yaitu mendendeng dan menghampar daging pada terik matahari. (Al-Imam An-Nawawi, Al-Minhaj, Syarah Shahih Muslim Ibnil Hajjaj, [Kairo, Darul Hadits: 2001 M/1422 H], juz IV, halaman 273).


Ragam Pendapat Perihal Amal Utama di Hari Tasyrik

Ulama berbeda pendapat perihal amal yang utama pada Hari Tasyrik:


1. Memperbanyak takbir.

Imam Bukhari meriwayatkan hadits perihal amal pada Hari Tasyrik. Ia mengutip pandangan Ibnu Abbas ra. perihal perintah zikir pada hari-hari tertentu yang dipahami sebagai Hari Tasyrik di Surat Al-Baqarah ayat 203.


ŁˆŁ‚Ų§Ł„ Ų§ŲØŁ†Ł Ų¹ŁŽŲØŁ‘ŁŽŲ§Ų³Ł ŁˆŁŽŲ§Ų°Ł’ŁƒŁŲ±ŁŁˆŲ§Ł’ Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁ‡ŁŽ فِي Ų£ŁŽŁŠŁ‘ŁŽŲ§Ł…Ł Ł…Ł‘ŁŽŲ¹Ł’ŲÆŁŁˆŲÆŁŽŲ§ŲŖŁ Ų£ŁŽŁŠŁ‘ŁŽŲ§Ł…Ł Ų§Ł„Ų¹ŁŽŲ“Ł’Ų±Ł ŁˆŲ§Ł„Ų£ŁŽŁŠŁ‘ŁŽŲ§Ł…Ł Ų§Ł„Ł…ŁŽŲ¹Ł’ŲÆŁŁˆŁ’ŲÆŁŽŲ§ŲŖŁ Ų£ŁŽŁŠŁ‘ŁŽŲ§Ł…Ł Ų§Ł„ŲŖŁ‘ŁŽŲ“Ł’Ų±ŁŁŠŁ’Ł‚Ł ŁˆŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŽ Ų§ŲØŁ†Ł Ų¹ŁŁ…ŁŽŲ±Ł ŁˆŲ£ŁŽŲØŁŁˆ Ł‡ŁŲ±ŁŽŁŠŁ’Ų±ŁŽŲ©ŁŽ ŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŲ®Ł’Ų±ŁŲ¬ŁŽŲ§Ł†Ł Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‰ Ų§Ł„Ų³Ł‘ŁŁˆŁ‚Ł فِي Ų£ŁŠŁ‘ŁŽŲ§Ł…Ł Ų§Ł„Ų¹ŁŽŲ“Ł’Ų±Ł ŁŠŁŁƒŲØŁ‘ŁŲ±ŁŽŲ§Ł†ŁŲŒ ŁˆŁŠŁŁƒŁŽŲØŁ‘ŁŲ±Ł Ų§Ł„Ł†Ł‘ŁŽŲ§Ų³Ł ŲØŁŲŖŁŽŁƒŁ’ŲØŁŁŠŁ’Ų±ŁŁ‡ŁŁ…ŁŽŲ§ ŁˆŁƒŁŽŲØŁ‘ŁŽŲ±ŁŽ Ł…ŁŲ­ŁŽŁ…Ł‘ŁŽŲÆŁŒ ŲØŁ’Ł†Ł Ų¹ŁŽŁ„ŁŁŠŁ‘Ł Ų®ŁŽŁ„Ł’ŁŁŽ Ų§Ł„Ł†ŁŽŲ§ŁŁŁ„ŁŽŲ©Ł


Artinya: ā€œIbnu Abbas ra. mengatakan, ā€˜Sebutlah nama Allah (zikirlah) pada hari tertentu,’ (Surat Al-Baqarah ayat 203). ā€˜Hari 10 dan hari-hari tertentu adalah Hari Tasyrik.’ Sahabat Ibnu Umar dan Abu Hurairah ra. keluar ke pasar pada hari 10 sambil bertakbir. Orang-orang pun ikut bertakbir karena takbir keduanya. Muhammad bin Ali juga bertakbir setelah shalat sunnah,ā€ (HR Bukhari).


Imam Bukhari dalam bab ini juga mengutip sahabat Ibnu Umar dan Abu Hurairah yang bertakbir pada Hari Tasyrik. Ia juga meriwayatkan Muhammad bin Ali yang bertakbir setelah melaksanakan shalat sunnah.


Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani mengutip pandangan serupa sebagaimana hadits riwayat Imam Bukhari perihal anjuran takbir selesai shalat. Kali ini ia mengutip pandangan Imam Abu Hanifah perihal pembacaan takbir seusai shalat pada Hari Tasyrik.


ŁˆŁƒŲ§Ł† أبو Ų­Ł†ŁŠŁŲ© ŁŠŲ°Ł‡ŲØ ŲØŲ§Ł„ŲŖŲ“Ų±ŁŠŁ‚ في هذا ؄لى Ų§Ł„ŲŖŁƒŲØŁŠŲ± في ŲÆŲØŲ± الصلاة


Artinya: ā€œImam Abu Hanifah berpendapat bahwa amal pada Hari Tasyrik adalah takbir setelah shalat,ā€ (Al-Asqalani, 2004 M/1424 H: II/525).


Ibnu Bathal yang juga mensyarahkan Shahih Bukhari mengutip pendapat Mahlab. Menurutnya, amal utama pada Hari Tasyrik adalah pembacaan takbir sebagaimana lafal takbir yang dianjurkan. Bahkan menurutnya, zikir takbir pada Hari Tasyrik lebih utama daripada shalat sunnah.


ŁˆŁ‚Ų§Ł„ المهلب العمل فى Ų£ŁŠŲ§Ł… Ų§Ł„ŲŖŲ“Ų±ŁŠŁ‚ Ł‡Łˆ Ų§Ł„ŲŖŁƒŲØŁŠŲ± Ų§Ł„Ł…Ų³Ł†ŁˆŁ†ŲŒ ŁˆŁ‡Łˆ أفضل من صلاة النافلة


Artinya: ā€œAl-Muhallib mengatakan, ā€˜Amal pada Hari Tasyrik adalah pembacaan takbir yang disunnahkan. Itu (takbiran) lebih utama dari shalat sunnah,ā€™ā€ (Ibnu Bathal, Syarhu Shahihil Bukhari libni Bathal, [Riyadh, Maktabatur Rusyd: tanpa tahun], juz II, halaman 561).


2. Memperbanyak Tahlil, Tahmid, dan Takbir.

Ibnu Hajar Al-Asqalani pada akhir pembahasan amal pada Hari Tasyrik mengutip riwayat hadits yang menganjurkan umat Islam untuk membaca tahlil, tahmid, dan takbir.


ŁˆŁ‚ŲÆ ŁˆŁ‚Ų¹ في رواية بن عمر من Ų§Ł„Ų²ŁŠŲ§ŲÆŲ© في آخره ŁŁŽŲ£ŁŽŁƒŁ’Ų«ŁŲ±ŁŁˆŁ’Ų§ ŁŁŁŠŁ’Ł‡ŁŁ†Ł‘ŁŽ Ł…ŁŁ†ŁŽ Ų§Ł„ŲŖŁ‘ŁŽŁ‡Ł’Ł„ŁŁŠŁ’Ł„Ł ŁˆŁŽŲ§Ł„ŲŖŁ‘ŁŽŲ­Ł’Ł…ŁŁŠŁ’ŲÆŁ ŁˆŁŽŲ§Ł„ŲŖŁ‘ŁŽŁƒŁ’ŲØŁŁŠŁ’Ų±Ł


Artinya: ā€œPada riwayat Ibnu Umar ada tambahan kalimat di akhir, ā€˜Perbanyaklah tahlil, tahmid, dan takbir pada Hari Tasyrik,ā€™ā€ (Al-Asqalani, 2004 M/1424 H: II/529).


3. Jenis Amal Ibadah

Al-Asqalani mengutip pendapat Ibnu Abi Jamrah. Menurutnya, Islam tidak menentukan amal atau zikir tertentu pada Hari Tasyrik. Menurutnya, amal apapun asal dilakukan pada Hari Tasyrik tetap lebih utama daripada amal yang sama di luar Hari Tasyrik.


ŁˆŁ‚Ų§Ł„ بن أبي جمرة Ų§Ł„Ų­ŲÆŁŠŲ« ŲÆŲ§Ł„ على أن العمل في Ų£ŁŠŲ§Ł… Ų§Ł„ŲŖŲ“Ų±ŁŠŁ‚ أفضل من العمل في ŲŗŁŠŲ±Ł‡


Artinya: ā€œIbnu Abi Jamrah mengatakan, ā€˜Hadits ini menunjukkan bahwa amal apapun pada Hari Tasyrik lebih utama daripada amal yang sama di luar Hari Tasyrik,ā€™ā€ (Al-Asqalani, 2004 M/1424 H: II/527).


Pada prinsipnya, Hari Tasyrik memang waktu istimewa untuk ibadah sehingga apapun amal ibadahnya asal dilakukan pada waktu-waktu yang istimewa maka ganjarannya juga istimewa. Hadits riwayat Imam Bukhari di atas menunjukkan bahwa Allah mengistimewakan waktu-waktu tertentu, sebagaimana Dia mengistimewakan tempat-tempat tertentu.


ŁˆŲ£Ł† Ų§Ł„ŲŗŲ§ŁŠŲ© Ų§Ł„Ł‚ŲµŁˆŁ‰ ŁŁŠŁ‡ ŲØŲ°Ł„ النفس لله ŁˆŁŁŠŁ‡ ŲŖŁŲ¶ŁŠŁ„ ŲØŲ¹Ų¶ الأزمنة على ŲØŲ¹Ų¶ ŁƒŲ§Ł„Ų£Ł…ŁƒŁ†Ų©


Artinya: ā€œTujuan tertinggi dari hadits ini adalah penghambaan diri sepenuhnya kepada Allah. Hadits ini juga menjadi dalil pengutamaan waktu-waktu tertentu dalam ibadah dibanding waktu lainnya, sebagaimana pengistimewaan tempat-tempat tertentu,ā€ (Al-Asqalani, 2004 M/1424 H: II/528). Wallahu a’lam. (Alhafiz Kurniawan)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang