Ayyâmul Bîdl secara bahasa bermakna hari-hari cerah. Namun maksud sebenarnya adalah hari yang malam sebelumnya cerah tersinari oleh bulan. Yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan dengan hitungan kalender Hijriah. Semisal setiap tanggal 13, 14, dan 15 Syawal, Dzulqa’dah, dan semisalnya. (Zainuddin bin Abdil Aziz al-Malibari, Fathul Mu’în pada I’ânatut Thâlibîn).
Adapun hikmah puasa Ayyâmul Bîdl adalah bahwa ketika malam-malam tersebut sangat terang maka sangat pantas seluruh siangnya digunakan untuk beribadah. Karenanya disunnahkan puasa Ayyâmul Bîdl. Ada pula ulama yang mengatakan, hikmahnya adalah bahwa pada umumnya gerhana terjadi pada hari-hari tersebut, sementara Allah telah memerintahkan manusia untuk beribadah secara khusus saat terjadi gerhana, karena itulah kemudian disunnahkan puasa Ayyâmul Bîdl. (Nuruddin bin Abdil Hadi as-Sindi, Hâsyiyyatus Sindi ‘alân Nasâ’i).
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: 4 Hal yang Menghalangi Terkabulnya Doa Seorang Muslim
2
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah Mengendalikan Amarah
3
Innalillahi, Putra Bungsu KH Wahab Chasbullah Wafat
4
Khutbah Jumat: Adab Bertamu dalam Islam, Wujud Akhlak Seorang Muslim
5
Khutbah Bahasa Jawa: Tradisi Sedekahan lan Donga Tolak Balak ing Wulan Sapar
6
Khutbah Jumat: Menjauhi Rasisme di Media Sosial
Terkini
Lihat Semua