50 Juta Riyal Disiapkan untuk Pengembangan Perpustakaan Digital
NU Online · Selasa, 14 April 2009 | 12:01 WIB
Dana sebesar 50 juta riyal atau sekitar Rp 150 miliar disiapkan untuk membangun perpustakaan digital di beberapa universitas di Arab Saudi.
Harian Arab News, Selasa (14/4), mengutip pernyataan Rektor Universitas Raja Abdul Aziz Osama Tayib menyatakan, pengembangan perpustakaan digital ini merupakan era baru dalam bidang penelitian ilmiah di Arab Saudi.<>
Perpustakaan digital tersebut merupakan sumbangan dari yayasan Hassan Abbas Sharbatly. Muhammad Wajeeh Hassan Al-Sharbatly, salah satu pemilik yayasan ini menyatakan, dana 50 juta riyal itu akan diperuntukkan bagi pengembangan perpustakaan digital terutama di Universitas Raja Saud di Riyadh dan Universitas Pangeran Muqrin di Madinah.
"Konsep perpustakaan digital akan mempercepat Kerajaan melakukan langkah-langkah untuk memasuki masa teknologi tinggi," katanya.
Senin (13/4) kemarin Gubernur Mekah Pangeran Khaled Al-Faisal telah membuka secara resmi perpustakaan digital untuk Fakultas Ekonomi dan adminstrasi publik Universitas Raja Abdul Aziz di Jeddah yang menelan biaya sebesar 8 juta Riyal.
"Perpustakaan ini merupakan era baru dalam bidang penelitian ilmiah di Arab Saudi. Berbagai penelitian terkini sudah tergantung pada kecanggihan komputer," kata Rektor Universitas Raja Abdul Aziz, Osama Tayib.
Menurut Tayib, perpustakaan akan membantu para siswa, peneliti, dan staf pengajar. "Para siswa dan guru dapat menggunakan perpustakaan secara gratis, sedangkan di luar pengguna akan harus membayar biaya tahunan nominal," katanya.
Menurut Tayib, perpustakaan digital itu akan dihubungkan ke pusat-pusat riset internasional. (nur)
Terpopuler
1
PBNU Bentuk Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Sembilan Pesantren Masuk Daftar
2
Khutbah Jumat: Jadi Manusia yang Menenangkan, Bukan yang Meresahkan
3
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah tentang Kejujuran
4
Khutbah Jumat: Degradasi Moral dan Kualitas Shalat
5
Khutbah Jumat: Hemat di Era Digital, Teladan Kesederhanaan Rasulullah
6
PBNU Segera Alihkan Saham Perusahaan Pengelola Tambang kepada Perkumpulan NU
Terkini
Lihat Semua