Pemerintah Indonesia dan Malaysia akan merealisasikan pembuatan saluran televisi bersama khusus untuk program berita. Rencananya televisi bersama itu akan mengudara pada Agustus mendatang.
Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) dan Kementerian Penerangan Malaysia telah mengancangkan program itu sebagai bagian dari kerjasama kedua negara dalam bidang komunkasi dan informasi.<>
“Kita akan mengambil momentum Hari Kemerdekaan baik Indonesia maupun Malaysia di bulan Agustus. Mudah-mudahan pada Agustus ini sudah ada realisasinya,” katanya Menkominfo M Nuh dalam jumpa pers bersama Menteri Penerangan Malaysia, Dato’ Ahmad Shabery, di Jakarta, Kamis (12/6).
Nuh mengatakan, potensi penduduk dua negara serumpun yang hampir 300 juta jiwa serta penekanan terhadap berita aktual di kedua negara menjadi salah satu bahan pertimbangan.
Menteri Penerangan Malaysia Dato’ Ahmad Shabery menambahkan, pihaknya akan menggunakan saluran yang sudah ada.
“Penekannnya memang bagaimana kami sebagai negara bertetangga mendapatkan informasi tentang Indonesia dari Indonesia sendiri, demikian sebaliknya. Bukan mendapatkan informasi Malaysia dari negara lain, karena ini dikhawatirkan akan bias,” katanya.
Selain bidang pertelevisian, kedua negara juga akan menjalin kerjasama siaran radio di daerah perbatasan kedua negara seperti RRI Pontianak dengan Serawak Malaysia, RRI Medan dengan Penang, Tarakan dengan Sabah dan lainnya.
Selain itu, disinggung pula beberapa bentuk kerjasama spesifik di bidang kewartawanan antar lembaga profesi, seperti PWI dengan Persatuan Wartawan Melayu Malaysia. (nam)
Terpopuler
1
Habib Umar bin Hafidz Kunjungi PBNU, Ada Tiga Agenda di Dalamnya
2
Bolehkah Suami Menggunakan Tabungan Istri untuk Membayar Utang?
3
Kemenhaj Imbau Jamaah Umrah Indonesia Waspada, Pastikan Kesiapan Perjalanan
4
BNPB Sebut 639 Hektare Lahan Masih Terbakar di Enam Provinsi
5
Khutbah Jumat: Hak atas Udara Bersih untuk Menjaga Kesehatan Pernapasan
6
Profil KH Afifuddin Muhajir, Wakil Rais Aam PBNU Ahli Ushul Fiqih
Terkini
Lihat Semua