Ansor: Ajaran dan Tradisi Syekh Burhanuddin harus Dipertahankan
NU Online · Jumat, 5 Maret 2010 | 23:58 WIB
Wakil Sekjen Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor, Drs Maskut Candranegara salut dan bangga dengan Padang Pariaman yang sangat kuat dan teguh dengan ajaran dan tradisi yang telah ditinggalkan Syekh Burhanuddin.
Kepada NU Online, Jumat (5/4) kemarin Maskut yang didampingi sejumlah pengurus PWNUSumbar itu merasa senang terhadap situasi dan kondisi makam ulama besar Minangkabau itu.<>
"Perhatian pemerintah cukup lumayan, sehingga telah termasuk salah satu cagar budaya, yang perlu dikembangkan terus. Saya baru pertama kali ke Ulakan ini, namun langsung akrab, lantaran setiap kunjungan saya ke daerah selalu mencari makam orang yang pernah ikut membangun daerah tersebut dan makam ulama," katanya.
"Selama ini yang saya ketahui dari Jakarta, bahwa Sumatra Barat itu kental dengan Muhammadiyah. Boleh dikatakan, presentasi masyarakat yang melestarikan tradisi ulama dan pesantren itu hanya sedikit sekali. Ternyata, setelah pulang dari Ulakan, baru saya yakin, bahwa di Padang Pariaman tumbuh dengan suburnya tradisi yang telah ditinggalkan Syekh Burhanuddin, yakni ahlussunnah wal jamaah (Aswaja). Luar biasa sekali," tambah Maskut.
Ia melihat perbedaan ulama dengan orang biasa cukup luar biasa juga. Buktinya, ulama besar seperti Syekh Burhanuddin ini setelah dia meninggal, ternyata masih mampu menghidupkan ratusan orang di sekeliling makamnya.
"Nah, ini merupakan karunia Allah Swt, terhadap orang-orang pilihan, yakni ulama. Untuk itu, sangat wajar dan harus mendapat tempat, bagaimana perbaikan terhadap komplek makam ini selalu menjadi perhatian bersama. Apalagi terhadap ajaran dan adat kebiasaan yang telah ditinggalkan Syekh Burhanuddin, merupakan suatu keharusan yang terus kita kembangkan, sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman itu sendiri," kata Maskut. (man)
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh ‘Turun Gunung’ Jelang Muktamar 1984
2
LF PBNU Sebut Suara Dentuman Semalam Berasal dari Meteor Jatuh
3
Ketum PBNU Sebut Tambakberas Jalan Tengah Terbaik untuk Muktamar Ke-35 NU
4
Rabu-Kamis Matahari di Atas Ka'bah Tepat, Saatnya Pastikan Arah Kiblat secara Akurat
5
Kajian Hadits: Bolehkah Orang Fasik Melakukan Amar Makruf–Nahi Mungkar?
6
Meteor Besar Lintasi Langit Jawa, BRIN Jelaskan Asal Dentuman yang Terdengar
Terkini
Lihat Semua