Antisipasi Harga Anjlok Saat Panen, NU Jombang Perjuangkan Nasib Petani
NU Online Ā· Sabtu, 30 Januari 2010 | 11:43 WIB
Menjelang musim panen 2010 petani di Jombang dihantui oleh penjualan gabah dibawah harga standar hal ini di akibatkan oleh sistem tata niaga padi yang selama ini belum berpihak pada petani.
Melihat kekhawatiran tersebut PCNU Jombang melalui Lembaga Pemberdayaan & Pertanian Nahdlatul Ulama (LP2NU) menggagas antisipasi atas hal tersebut dengan mengajak dialog Kepala Bulog sub-drive Surabaya Selatan.<>
Menurut Muhammad Subhan dari LP2NU kegiatan tersebut NU berharap akan terjadi kesepakatan yang tertuang dalam MOU antara kedua belah pihak yang saling menguntungkan.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor PCNU Jombang itu dari pihak NU yang diwakili oleh Syamsul Rizal mengemukakan bahwa NU sebagai lembaga yang diikuti oleh mayoritas petani di Jombang sejauh ini belum turut mengambil peranan khususnya dalam jaringan tata niaga gabah dan beras.
Sementara pihak lain yang terlibat dalam jalur tersebut selama ini belum memberikan kepuasan yang seimbang pada para petani. āJika memang NU tidak bisa terlibat langsung barangkali bisa melalui BUM-NU yang tujuannya tentu untuk memberdayakan petani khususnya warga Nahdliyyinā ujarnya.
Sementara Awaludin Iqbal selaku Kepala Bulog Sub-Drive Surabaya menanggapi bahwa untuk sementara Ia belum bisa menyepakati komitmen apapun alasannya karena Ia harus berkoordinasi dengan pimpinannya terlebih dahulu. Namun secara pribadi Ia menilai bahwa draf-draf yang telah disusun tidak ada yang memberatkan hanya perlu diperinci saja.
āSecara umum Saya nda ada masalah dengan draf-draf itu tapi dalam organisasi ini kan Saya masih punya atasan jadi belum bisa menyepakati,ā tutur Iqbal.
Rencananya pertemuan pada Kamis (27/1) itu hanya menjadi awal pembicaraan untuk kemudian pembahasan selanjutnya masih akan terus diadakan. Sementara itu LP2NU juga masih terus menggodok draf agar terformat lebih rinci dan yang lebih penting dapat memberikan rasa aman pada petani. (mtb)
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
2
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
3
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
4
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
5
Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam
6
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua