Rusia menganggap Amerika Serikat (AS) dan NATO sebagai ancaman besar pada keamanan global dan kemungkinan besar militernya sendiri. Hal itu dikatakan sebuah dokumen keamanan baru yang diungkapkan Kremlin, Rabu (13/5).
Dokumen, yang menguraikan strategi keamanan nasional Rusia sampai tahun 2020, mencerminkan kekhawatiran dari musuh-musuh perang dingin tetapi juga mengatakan bahwa Moskwa akan tetap menerapkan kebijakan luar negeri yang "rasional dan pragmatis" dan menghindari perlombaan senjata baru.<>
Dokumen 13 halaman itu disiarkan di laman Kremlin pada Rabu, sehari setelah disetujui Presiden Dmitry Medvedev dan setelah pembahasan selama berbulan-bulan di kalangan para pejabat penting Rusia. "Ketakstabilan arsitektur global dan regional, orientasi, khususnya di kawasan Eropa-Atlantik hanya ke arah NATO ... adalah satu ancaman yang meningkat dalam menjamin keamanan internasional," demikian dokumen itu.
Dokumen tersebut menegaskan "tidak dapat diterima" perluasan NATO dengan memasukkan negara-negara yang berbatasan dengan Rusia, agaknya mengacu pada Georgia dan Ukraina, bekas republik-republik Soviet yang berusaha bergabung dengan aliansi itu.
Dokumen itu juga mengecam satu rencana AS untuk menggelar unsur-unsur dari perisai rudal global di Eropa Timur, yang telah membuat marah Rusia. "Kesempatan untuk menegakkan keamanan global dan regional akan menyempit jika unsur-unsur sistem pertahanan peluru kendali global AS digelar di Eropa," demikian dokumen itu.
Strategi keamanan itu tidak menyebut AS dalam satu daftar ancaman militer langsung terhadap Rusia.
"Ancaman-ancaman pada keamanan militer adalah: kebijakan dari satu aturan negara-negara asing terkemuka yang bertujuan memperoleh supremasi besar dalam ruang lingkup militer, terutama sekali kekuatan nuklir strategis," demikian dokumen itu.
Dokumen itu juga menyebut "pembentukan sepihak pertahanan rudal global", sebagai satu ancaman militer, tampaknya mengacu pada perisai rudal itu.
Washington membantah bahwa rencananya untuk menggelar fasilitas-fasilitas antirudal di Polandia dan Republik Ceko ditujukan terhadap Rusia, dan menegaskan bahwa fasilitas itu bertujuan untuk melindungi kemungkinan serangan rudal dari "negara-negara nakal" seperti Iran. (kcm/dar)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Seni Berlapang Dada di Tengah Ujian Kehidupan dari Imam al-Qusyairi
2
Khutbah Jumat: Menata Hati di Tengah Zaman Penuh Fitnah
3
Khutbah Jumat: Keutamaan Melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh
4
Tiga Peserta Meninggal, Amnesty Minta Latsarmil Pengelola Kopdes Dihentikan
5
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
6
Harga Barang Naik, Rakyat Menjerit: Di Mana Letak Tawakal dan Kritik Kebijakan?
Terkini
Lihat Semua