Warta

Aswaja NU Center Pamekasan Bahas Ideologi Wahabi

NU Online  ·  Kamis, 15 Maret 2012 | 10:31 WIB

Pamekasan, NU Online
Bertempat di kantor PCNU Pamekasan Jl R Abd Aziz no 95, puluhan pengurus divisi Kajian Islam Ahlussunnah Waljama’ah (Kiswah) yang dinaungi Aswaja NU Center Pamekasan menggelar kajian, Selasa (13/3) malam kemarin. Tema yang diangkat adalah “Mengungkap Kejumudan Paham Kaku Wahabi”.
<>
Tema tersebut diangkat tidak terlepas dari gencarnya penyebaran paham Wahabi yang membuat gelisah banyak kalangan. Tak sedikit media massa yang telah mengungkap tindak kekerasan yang dipelopori aliran yang menjunjung tinggi keangkuhan tersebut. Dan kini, penyebarannya mulai diperhalus dengan memanfaatkan kantong-kantong dakwah NU seperti masjid dan pesantren. Sehingga, upaya melawannya menjadi kemestian bagi kalangan NU.

Menurut ketua Lakpesdam NU Pamekasan Ahmad Fawaid Sadzili yang hadir pada kajian mingguan tersebut, aktivis Aswaja NU Center Pamekasan berupaya mengungkap asal usul salafisme & wahabisme, motif-motif serta agenda-agenda yang ditargetkanya.

Fawaid menggarisbawahi bahwa yang mesti dilakukan NU adalah penguatan akidah Aswaja, karena bisa jadi mereka secara kultural dan struktural NU, tapi diam-diam mengkritisi keyakinan dan cara beribadah NU.

“Apa yang dilakukan Aswaja NU Center Pamekasan hanya satu upaya saja dalam menguatkan ideologi Aswaja. Dan seharusnya ini menjadi agenda kolektif lembaga, lajnah, dan banom NU,” tegas Fawaid.

Tidak terkecuali IPNU dan IPPNU, lanjutnya, yang mengawal para pelajar.

“Bibit-bibit Wahabisme sudah ditularkan sejak dini, dari PAUD, TK, SD, dan seterusnya. Kalau ini tidak dikawal, NU tinggal organisasi yang tanpa ideologi,” tegas Dosen STAIN Pamekasan, itu.

Terkait dengan tema kejumudan paham Wahabi di atas, sebagaimana direncanakan sejak awal, pemimpin redaksi Buletin Aswaja Ach Farid Mawardi didapok sebagai penyaji. Forum kajian tersebut terasa hidup, kental dengan nuansa keilmuan yang mencerahkan. Direktur Buletin Aswaja Moh Mansur, juga hadir aktif menyumbangkan gagasan briliannya.



Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Hairul Anam

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang