Kendari, NU Online
Calon jamaah haji (Calhaj) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sebanyak 1.668 orang yang terbagi dalam lima kloter siap diberangkatkan sesuai jadwal menuju embarkasi haji di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kepala Bidang Haji, Zakat dan Infaq Kementerian Agama Sultra, Thamrin, mengatakan calon haji asal Sultra yang tersebar pada kloter 24, 25, 26, 27 dan kloter 29 dijadwalkan meninggalkan Kendari menuju embarkasi haji Makassar di Sulsel secara berturut-turut mulai tanggal 19 Oktober 2011.<>
"Calon haji sudah mendapatkan pelatihan atau manasik tentang tata cara pelaksanaan ibadah sehingga diharapkan berjalan lancar dan tertib, yang didampingi 15 personil pembimbing haji daerah," kata Thamrin, Selasa (13/9).
Pengurusan administrasi bagi calon haji berupa paspor yang sempat menemui kendala karena tidak akuratnya alamat yang bersangkutan sudah tuntas dan siap didistribusikan. Selain dokumen paspor, Kementerian Agama Sultra juga telah menuntaskan pengadaan koper, buku manasik yang siap diserahkan melalui Kementerian Agama tingkat kabupaten/kota se-Sultra.
"Kemenag Sultra sudah antisipasi hal-hal penting yang berkaitan dengan kelancaran dan kenyamanan jamaah, khususnya masalah paspor. Sedangkan pakaian ibadah yang tidak mendapat subsidi dari pemerintah diserahkan kepada jemaah untuk mengadakan sendiri," kata Thamrin.
Ia menambahkan, lima orang jamaah tertunda menunaikan ibadah haji tahun ini karena terlambat melunasi biaya haji walaupun pemerintah telah memperpanjang batas akhir pelunasan sampai tanggal 9 September 2011. Pelunasan tahap pertama mulai tanggal 15 sampai 26 Agustus 2011.
Calhaj Sultra tahun 2011 tercatat sebanyak 1.668 orang ditambah petugas haji sebanyak 15 orang. Daftar tunggu Calhaj Sultra sebanyak 14 ribu orang atau membutuhkan waktu delapan tahun ke depan untuk terserap.
Redaktur : Syaifullah Amin
Sumber  : Antara
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Imbau Masyarakat Aceh Jaga Kondusivitas usai Kerusuhan dan Pengibaran Bendera GAM Sabtu
Terkini
Lihat Semua