Cholil Bisri Minta Dilakukan Evaluasi Akibat Kekalahan Kahfi
NU Online · Kamis, 17 Juli 2003 | 11:00 WIB
Jakarta, NU Online
Anggota Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa KH Cholil Bisri menyatakan pihaknya akan menekan DPP PKB agar segera melakukan evaluasi menyusul kekalahan pasangan Abdul Kahfi dan Ridwan Hisjam dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur.
"Saya menduga ada politik uang dalam pemilihan Gubernur Jatim itu. Tanda itu jelas sekali terlihat," katanya menanggapi kalahnya pasangan cagub dari PKB dan Golkar itu di Gedung DPR Jakarta, Kamis.
<>Menurut Cholil, dalam pemilihan Gubernur Jatim itu, yang menang bukanlah PDIP, PKB atau partai lainnya, tetapi para penjudi yang telah bertaruh dengan sejumlah uang.
Ditanya tentang kemungkinan anggota DPRD dari PKB yang melakukan pembelotan, Wakil Ketua MPR itu mengatakan tidak tahu secara persis karena sulit untuk membuktikannya. "Dugaan itu sulit dibuktikan karena pemungutan suara dilakukan secara rahasia," katanya.
Oleh karena itu, Cholil menegaskan bahwa pihaknya akan mendesak DPP PKB untuk segera melakukan evaluasi karena dalam proses pemilihan tersebut jelas sekali ada praktek politik uang. "Nanti akan ada evaluasi dan saya akan menekan supaya diteliti lagi mengapa semua bisa jadi seperti ini," katanya.
Sebelumnya dalam rapat paripurna DPRD Jatim yang beragendakan pemilihan Gubernur Jatim di Surabaya, Kamis, pasangan Imam Utomo-Soenarjo yang didukung Fraksi PDI-P dan Fraksi Gabungan terpilih sebagai Gubernur Jatim mengalahkan Abdul Kahfi-Ridwan Hisjam yang didukung koalisi PKB, Partai Golkar, dan PAN.
Dalam pemilihan tersebut, pasangan Imam Utomo-Soenarjo berhasil mengungguli Abdul Kahfi-Ridwan Hisjam dengan perolehan suara 63 lawan 34, satu orang abstain dan dua suara rusak.
Kemenangan pasangan Imam Utomo selain diperoleh dari Fraksi PDI-P dan Fraksi Gabungan yang berjumlah 46 suara, juga disumbang oleh Fraksi TNI/Polri yang mempunyai 10 suara.(ant/mkf)
Â
Terpopuler
1
Dilantik Jadi Wantimpres, Kiai Said Siap Berikan Pertimbangan Konstruktif untuk Presiden
2
Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Nyai Sinta Nuriyah Jadi Satu-satunya Perempuan
3
Hari Santri 2026, PBNU Instruksikan Apel Serentak, Layanan Sosial, Ziarah Ulama, hingga Mujahadah Palestina
4
Kekeringan Meluas, Banser Pemalang Salurkan 211 Ribu Liter Air Bersih
5
Kelas Publik Dekolonisasi Bahas Cara Melepas Pengaruh Kolonial dalam Kehidupan
6
PBNU Terbitkan Pedoman Pelaksanaan Hari Santri 2026
Terkini
Lihat Semua