Warta

Dari Konsolidasi PP GP Ansor di Tegal

NU Online  ·  Kamis, 26 Januari 2012 | 02:17 WIB

Tegal, NU Online
Di Gedung PCNU kabupaten Tegal, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor melakukan konsoilidasi dengan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten, Kota Tegal, Brebes dan Pemalang, yang dibalut dalam Sosialisasi PD/PRT GP Ansor. Sabtu (21/1)

Ketua umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Nusron Wahid dalam arahanya menyampaikan GP Ansor harus menciptakan kader yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam sektor strategis keumatan dan kebangsaaan. Karenanya untuk mencapai itu, ada tiga bidang kegiatan yang harus dijalankan. Yakni GP Ansor harus mempunyai kepemimpinan isu, artinya mereka adalah kader yang menguasai dan senang berbicara pluralisme, perubahan sosial, penuntasan problem sosial, dan demokrasi.
<>
Kedua, harus mempunyai kepemimpinan gerakan kultural, yakni disitu dilakukan penguatan tradisi NU dan lokal kultural. Dan ketiga, adalah kepemimpinan tuhiyah/kultural yakni seorang kader yang mempunyai banyak referensi keagamaan.

Nusron juga menyoroti problem kondisi GP Ansor saat ini. Ia menyebut ada empat hal yang menjadi problem GP Ansor. Problem itu adalah lingkaran setan yakni kebodohan, pengangguran, kemiskinan, dan ketidak mandirian.

“Ini menjadi masalah kita bersama dan harus diakui bahwa kader GP Ansor banyak yang masih bodoh. Akibatnya menjadi pengangguran, lalu menjadi miskin, dan akhirnya tidak mandiri dalam perekonomian. Ini harus dipikirkan secara serius oleh kita, agar kedepan kader GP Ansor kebanyakan tidak seperti ini,” tegasnya.

Turut hadir dalam konsoslidasi tersebut, hadir Wakil Bupati Tegal, H Moch Herry Soelistiyawan, Ketua Tanfidziyiah NU H Ahmad Wasari, jajaran syuriyah, pengurus badan otonom, pengurus organiasai politik, dan pengurus organisasi keagamaan kemasyarakatan yang lain.

Dalam sambutannya, Herry menyampaikan, GP Ansor Kabupaten Tegal sangat membantu pemerintah didalam beberapa hal. Seperti pada saat melakukan karya bakti dan lainnya. Dia juga mengingatkan agar undang-undang terbaru tentang pemuda, dimana dalam salah satu ayatnya mengatakan bahwa pemuda adalah maksimal berumur 30 tahun, itu tidak menjadi gangguan konsolidasi di tingkatan GP Ansor.

“Saya melihat banyak kader Ansor yang umurnya lebih dari 30, tetapi itu tidak menjadi kendala bagi Ansor. Karena di daerah dalam mencari pemimpin yang umurnya 30 itu juga sangat susah,” katanya.

Konsoslidasi GP Ansor yang dihadiri langsung oleh Ketua PP GP Ansor Nusron Wahid dan PW GP Ansor Jabir Alfaruk, empat kepengurusan GP Ansor dari Kota/Kabupaten Tegal, Pemalang, dan Brebes, ditambah dengan pengurus PAC dan Ranting Ansor se-Kabupaten Tegal, mendengarkan dengan seksama arahan yang disampaikan oleh Nusron Wahid.

Dalam kegitan tersebut juga sekaligus pengukuhan majelis dzikir Rijalul Ansor. Didalulat untuk memimpin majelis tersebut Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Agama ustadz Syarifudin. Pengukuhan dilkakukan Ketua GP Ansor Kabupaten Tegal Muslih.


Redaktur   : Mukafi Niam
Kontributor: Abdul Muiz 

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang