Depag harus Bantu Madrasah dalam Proses Akreditasi
NU Online Ā· Sabtu, 23 Januari 2010 | 08:28 WIB
Bandung, NU Online
Kualitas sekolah saat ini salah satunya diukur melalui akreditasi. Sayangnya, bagi madrasah yang selama ini dianaktirikan oleh pemerintah, proses ini menjadi sesuatu yang menakutkan akibat minimanya fasilitas yang dimiliki.
Departemen Agama sebagai institusi yang membawahi madrasah diharapkan memberikan asistensi agar komponen-komponen madrasah bisa naik sehingga madrasah memenuhi persyaratan akreditasi.
āDepag seharusnya memaksimalkan anggaran untuk peningkatan mutu. Kalau sekolah yang sudah diakreditasi rata-rata hasilnya memuaskan,ā kata Ketua Badan Akreditasi Sekolah dan Madrasah, Umaidi dalam rakernas Maarif NU di Bandung, Sabtu (23/1).
Sejauh ini, fihaknya telah melakukan pertemuan dan negosiasi dengan Depag agar mereka melakuan intervensi ke madrasah. Ia juga meminta agar Maarif NU lebih getol dalam memperjuangkan nasib madrasah-madrasah yang dikelolanya agar bisa mendapatkan akreditasi yang bagus.
Kepada Maarif NU, ia juga meminta agar institusi ini bisa memberikan masukan-masukan dan kritik atas kebijakan pemerintah dalam bidang pemerintah serta mendorong nilai-nilai unggul madrasah agar bisa dikembangkan lebih luas dalam menciptakan karakter building bangsa, diantaranya aspek moralitas.
Dalam sistem pendidikan madrasah, moralitas sangat dijunjung tinggi, bagaimana saling menghormati antar teman dan etika kepada guru. Maarif bisa membuat sebuah proyek percontohan yang bisa menjadi kebangaan atas madrasah.
Ā
āMadrasah mempunyai karakter dan ciri khas yang berbeda dengan sekolah lain yang didalamnya melekat pribadi Islami dan bisa membentuk integritas kebiasaan Islami. Ini juga bagian dari manajemen yang telah membudaya,ā tandasnya.
Umaidi juga meminta agar para peserta rakernas yang berasal dari 33 propinsi di Indonesia lebih pro aktif dalam menjalin komunikasi dengan pengambil kebijakan pendidikan di daerah seperti DPRD atau Diknas mengingat kebijakan otonomi daerah menempatkan anggaran semakin banyak yang dikucurkan ke daerah.
āSupaya kita tidak ketinggalan informasi dan mendapatkan hak yang memang sudah menjadi bagian dari masyarakat,ā terangnya.
Para kader NU yang baru lulus dari sekolah di luar negeri juga harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas lembaga pendidikan milik Maarif NU, sebelum mereka dimanfaatkan oleh fihak lain. (mkf)
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
2
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
3
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
4
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
5
Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam
6
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua