Depkominfo Siapkan TI untuk Rukyatul Hilal Awal Ramadhan
NU Online · Selasa, 10 Juni 2008 | 20:36 WIB
Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) akan menyiapkan perangkat teknologi informasi (TI) untuk membantu pelaksanaan rukyatul hilal atau melihat bulan tsabit penentuan awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah 1429 H.
Hasil rukyat akan bisa dilihat langsung oleh seluruh masyarakat, dengan mekanisme alat bantu teropong digital yang kemudian ditransferkan melalui website, dan bisa dipancarluaskan melalui televisi.<>
Menteri Kominfo Mohammad Nuh saat mengadakan pertemuan jajaran karyawan Ditjen Bimas Islam, Departemen Agama, di Jakarta, Selasa (10/6), mengungkapkan, Depkominfo akan memberikan dukungan pemanfaatan IT dalam proses penentuan awal bulan Hijriyah.
"Kita hanya memberikan supporting alat teknologi informasi, tetapi yang menetapkan awal dan akhir Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah sepenuhnya adalah Departemen Agama melalui Sidang Isbat sendiri," katanya seperti dilansir situs berita Depag RI.
Menteri Agama M. Maftuh Basyuni pada kesempatan itu menyampaikan harapan agar pertentangan-pertentangan mengenai penetapan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijah tidak lagi terjadi di Indonesia .
Menag meminta umat Islam, terutama dua ormas Islam besar NU dan Muhammadiyah, terus melanjutkan upaya mencari jalan keluar untuk penetapan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijah.
"Kalau saja dua ormas besar ini mendapatkan kesepakatan untuk mencari sistem baru yang dapat dipegang semua pihak, maka persoalan masalah penetapan awal ramadhan, syawal dan Dzulhijah bisa selesai," katanya.
Pada acara yang sama Dirjen Bimas Islam Nazarudin Umar mengemukakan hasil perhitungan Badan Hisab dan Ru`yah Depag, awal Ramadhan 1429 diperkirakan jatuh pada Ahad 31 Agustus 2008 dengan tinggi hilal untuk seluruh wilayah Indonesia antara 4017' sampai 15020'.
"Ini suatu pertanda, mudah-mudahan tahun ini kita akan aman, karena dalam posisi seperti ini hilal sangat memungkinkan untuk ru`yah. Mudah-mudahan persoalan-persoalan yang muncul tahun lalu tidak lagi terulang pada tahun ini," katanya. (nam)
Terpopuler
1
Habib Umar bin Hafidz Kunjungi PBNU, Ada Tiga Agenda di Dalamnya
2
Bolehkah Suami Menggunakan Tabungan Istri untuk Membayar Utang?
3
Kemenhaj Imbau Jamaah Umrah Indonesia Waspada, Pastikan Kesiapan Perjalanan
4
BNPB Sebut 639 Hektare Lahan Masih Terbakar di Enam Provinsi
5
Khutbah Jumat: Hak atas Udara Bersih untuk Menjaga Kesehatan Pernapasan
6
Profil KH Afifuddin Muhajir, Wakil Rais Aam PBNU Ahli Ushul Fiqih
Terkini
Lihat Semua