Deplu Dukung Penuh Konferensi Internasional Ilmuwan Islam
NU Online · Sabtu, 6 Desember 2003 | 12:45 WIB
Jakarta, NU Online
Menlu Hasan Wirajuda mendukung penuh pelaksanaan Konferensi Internasional Ilmuwan Islam yang dilaksanakan oleh PBNU bekerjasama dengan departemen luar negeri. “Pelaksanaan konferensi saat ini sangat tepat karena citra Islam saat ini memburuk berkaitan dengan berbagai tindakan radikalisme yang saat ini marak terjadi di dunia.
Pernyataan tersebut diungkapkan dalam acara breakfast gathering (6/12) antara pihak PBNU dengan departemen luar negeri RI yang diikuti oleh menlu beserta staffnya yang meliputi sekjen, beberapa direktur regional, direktur polsoskam, juga dubes Qatar yang akan membantu pelaksanaan acara tersebut dan pihak panitia dari PBNU.
<>Pelaksanaan konferensi yang mengambil tema “Meneguhkan Islam sebagai Rahmatan lil Alamiin” dilaksanakan untuk memperteguh keyakinan bahwa Islam saat ini citranya memburuk karena adanya tindakan radikal yang dilaksanakan oleh sebagian kecil umat Islam.
Karena itulah NU sebagai kekuatan Islam moderat yang ada di Indonesia ingin menunjukkan bahwa sebenarnya silent mayority umat Islam cinta perdamaian dan merekalah yang harus didukung penuh agar bisa berkembang sehingga golongan kecil Islam radikal tersebut akan hilang.
Ide awal konferensi ini muncul ketika KH Hasyim Muzadi bertemu dengan Grand Syech Al Azhar Prof. Dr. Muhammad Sayyid Tantawi ketika ia berkunjung ke sana dan kemudian di tindak lanjuti berkerjasama dengan pihak Deplu Indonesia karena Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia dan saat ini juga menghadapi masalah terorisme.
Rencananya konferensi tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 23-25 Februari 2003 bertempat di Jakarta dan akan di ikuti oleh 300 orang pakar keislaman, baik muslim maupun non muslim yang meliputi kalangan ulama pesantren, cendekiawan muslim, pengamat keislaman, bahkan pandangan kalangan non muslim terhadap Islam.
Terdapat empat tema besar yang akan diangkat. Pertama Islam, perdamaian, dan peradaban. Kedua Islam, demokrasi dan hak asasi manusia. Ketiga Islam ilmu dan teknologi dan terakhir tentang ekonomi Islam. Sub tema penting juga membahas peranan media dalam membentuk persepsi tentang Islam
Dalam arahannya Hasan Wirayuda menjelaskan bahwa media juga sangat penting dalam membentuk persepsi tentang umat Islam. “Saat ini tidak ada persepsi tentang terorisme Katolik di Irlandia Utara, atau terorisme Hindu di India yang membakar masjid. Namun demikian, media selalu mempersepsikan tindakan terorisme terhadap perjuangan Islam dalam membela eksistensinya, seperti di Palestina.
Rencananya konferensi tersebut akan dibuka oleh Presiden Megawati dan yang menjadi keynote speaker adalah Grand Sheikh Al-Azhar, Prof. Dr. Muhammad Sayyid Tantawi. Beberapa pembicara terkenal diharapkan dapat hadir, seperti Prof. John. L. Esposito, Hassan Hanafi, Tazkiri, Harun Yahya juga Syech Maliki yang banyak memiliki pengikut dari kalangan NU di Indonesia, dan juga beberapa pembicara lain dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.(mkf)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Adha: Momentum Menguatkan Kepedulian Antarwarga
2
Khutbah Jumat: Haji dan Pesan Kesetaraan Manusia di Hadapan Allah
3
Inilah Lafal Bilal Shalat Idul Adha
4
Petunjuk Pelaksanaan Shalat Idul Adha
5
Boleh Bagikan Daging Kurban untuk Non-Muslim dengan Syarat
6
Tips Mengolah Daging Kurban agar Empuk dan Tidak Alot
Terkini
Lihat Semua