Disesalkan Pengadilan Malaysia Bebaskan Majikan Aniaya Nirmala
NU Online · Rabu, 21 Juli 2004 | 01:02 WIB
Medan, NU Online
Koordinator Perempuan Sumatera (Sumut), Maya Manurung,SH, mengatakan, ia sangat menyesalkan Pengadilan Tinggi Malaysia yang membebaskan Yim Pek Ha mantan majikan yang menganiaya Nirmala Bonat (19) Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia.
"Putusan bebas terhadap majikan yang nakal dan cukup sadis terhadap TKI tersebut, tidak dapat diterima dan harus diprotes KBRI Kuala Lumpur," ujar Maya menjawab di Medan, Rabu.
<>Ia mengemukakan hal itu dalam menanggapi Pengadilan Tinggi Malaysia menetapkan putusan bebas dengan jaminan terhadap Yim Pek Ha, Ibu rumah tangga yang menganiaya Nirmala Bonat.
Nirmala Bonat (19) TKW asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang disiksa majikannya warga Malaysia dengan cara menyeterika bagian payudara dan punggungnya serta menyiram muka korban dengan air panas.
Menurut Maya, majikan warga Malaysia yang memperlakukan kasar terhadap Nirmala, semestinya harus dihukum 20 tahun penjara oleh Pengadilan Malaysia dan membayar denda terhadap korbannya asal NTT (Nusa Tenggara Timur) yang mengalami cacat itu.
Oleh karena itu, katanya, putusan pengadilan negara jiran tersebut yang membebaskan majikan, harus dilakukan kasasi kepada Mahkamah Agung (MA) di Malaysia.
"Pemerintah RI harus mengajukan protes terhadap Pemerintah Malaysia mengenai putusan yang tidak adil terhadap majikan yang menghancurkan masa depan Nirmala Bonat," kata Maya Manurung.(mkf/an)
Terpopuler
1
Kabar Baik, Kemenhaj Turunkan Masa Tunggu Haji Jadi 14 Tahun
2
Bijak Menyikapi Tahlilan dan Sedekah untuk Mayit di Tengah Ekonomi Sulit
3
Gus Kikin: Hubungan Indonesia-Palestina Terjalin Panjang Sejak Perjuangan KH Hasyim Asy’ari
4
Hari Ke-15 Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Tenggelam: 2 Jenazah Ditemukan, 69 Masih Hilang
5
25 Kader Pasukan Inti Taiwan Dibaiat, Gus Nabil: Bersiaplah Menjadi Ksatria Khidmah
6
404 Wisudan Lulusan Unusia Diharapkan Siap Hadapi Dunia Kerja
Terkini
Lihat Semua