Pesawat-pesawat militer Filipina telah menjatuhkan bom dan menembakkan roket ke tempat-tempat gerilyawan Muslim yang diduga bersembunyi di pulau Mindanao di Filipina selatan, Ahad (7/6) kemarin, beberapa pejabat mengatakan.
"Mereka terus menjatuhkan bom di posisi-posisi MILF," Juru Bicara Front Pembebasan Islam Moro (MILF) Eid Kabalu mengatakan pada AFP melalui telpon dari Filipina selatan yang dicabik-perang.<>
Ia mengatakan gerilyawan telah menghancurkan sebuah kendaraan personil militer lapis baja, Ahad pagi di dekat kota Guindulungan ketika tentara membalas dendam dengan memanggil pesawat OV-10 untuk menjatukan bom ke tempat-tempat itu.
Markasbesar militer di Manila memastikan serangan udara itu, merupakan bagian dari operasi untuk membersihkan tempat MILF satu hari setelah salah satu kamp mereka jatuh ke tangan pemerintah.
"Kami menggunakan dukungan udara dekat," jurubicara militer Letnan Kolonel Romeo Brawner mngatakan. "Itu adalah bagian dari operasi pembersihan kami."
Bentrokan meletus empat hari lalu ketika militer mendesak untuk mengusai Guindulungan, markas terkenal komandan senior MILF Ameril Umbrakato.
Brawner mengatakan tidak ada korban baru pada hari Minggu tapi menyebutkan jumlah kematian gerilyawan 30 orang sejauh ini. Laporan-laporan dari lapangan sebelumnya mengatakan sejumlah tentara telah menarik beberapa mayat dari makam dangkal yang digali oleh gerilyawan untuk rekan-rekan mereka yang tewas, meskipun MILF Minggu membantah tempat itu adalah kamp gerilyawan.
Tentara juga menemukan lubang perlindungan, bunker-bunker yang dibentengi dan gedung administrasi, yang mengindikasikan bahwa tempat itu telah digunakan sebagai kamp pelatihan oleh MILF.
Umbrakato adalah satu dari dua komandan senior yang memimpin serangan-serangan yang hampir bersamaan di beberapa kota yang sebagian besar penduduknya Kristen di Mindanao, Agustus. Serangan-serangan itu menyebabkan lebih dari 300 petempur dan warga sipil tewas, dan ratusan ribu orang terlantar.
Serangan-serangan terjadi setelah mahkamah agung menyatakan tidak sah rancangan perjanjian damai antara MILF dan pemerintah Presiden Gloria Arroyo. Perjanjian itu menawari Muslim kekuasaan di beberapa daerah luas di bagian selatan Filipina. Namun MILF mengesampingkan pembicaraan hingga setelah masa jabatan enam tahun Arroyo berakhir tahun depan. (afp)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua