Seniman sekaligus aktivis Ratna Sarumpaet menilai bahwa Mantan Presiden Indonesia, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai pahlawan budaya dan reformasi.
"Dibandingkan semua presiden yang pernah atau yang tengah memimpin Indonesia, Gus Dur yang paling menjunjung budaya dan demokrasi," kata Ratna Sarumpaet di Jakarta, Rabu.<>
Ia menjelaskan, Gus Dur merupakan panutan bagi sebagian besar rakyat Indonesia.
"Saya bernah-benar sedih, karena disaat bangsa kita tengah mengalami banyak permasalahan, kita kehilangan figur yang selama ini menjadi panutan," katanya.
Ia menambahkan, dimatanya Gus Dur merupakan tokoh pemersatu bangsa dan sangat menghormati keberagaman warna kulit, agama maupun golongan.
"Dia tokoh yang mau terjun langsung untuk mengatasi berbagai macam permasalahan yang terkait dengan keberagaman agama, warna kulit maupun golongan," katanya.
Ia juga mengatakan, bahwa ia meyakini masyarakat Indonesia tetap akan melanjutkan semangat Gus Dur untuk menjaga persatuan dan kesatuan tanpa membedakan dari warna kulit, agama maupun golongan.
"Meskipun Gus Dur sudah meninggal dunia namun semangatnya menjaga demokrasi dan budaya tetap melekat di hati masyarakat," katanya.
Ia juga meyakini bahwa nantinya akan lahir figur-figur baru yang bisa menjaga semangat budaya dan demokrasi seperti yang dilakukan Gus Dur. (ant/mad)
Terpopuler
1
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
2
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
3
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
4
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
5
Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam
6
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua