Jakarta, NU Online
Ketua Umum Dewan Syura Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyebutkan, ada tiga kesalahan yang ada di Indonesia, terkait birokrasi, sistem politik dan kemandirian bangsa.
Pertama adalah kesalahan birokrasi. Dikatakan Gus Dur, beberapa aturan pemerintah dibuat dengan tanpa meminta persetujuan rakyat.
Kedua,<> kesalahan sistem politik. Puluhan partai politik peserta pemilihan umum belum menjalankan aspirasi masyarakat. "Parpol masih mementingkan kepentingannya sendiri-sendiri," kata Gus Dur saat memberi sambutan pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-10 PKB di Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (23/7)
Ketiga, lanjut Gus Dur, adalah soal kemandirian bangsa. Menurutnya, ketergantungan Indonesia pada pihak luar negeri masih sangat tinggi, terutama di bidang kebudayaan, kesehatan, dan ekonomi.
Dalam kesempatan itu, Gus Dur menyatakan, PKB yang dipimpinnya bertekad untuk berada di garda depan dalam menata orientasi pembangunan Indonesia. "PKB terpanggil untuk membenahi orientasi pembangunan bangsa," katanya.
Mantan Ketua Umum PBNU itu mengatakan, PKB merasa terpanggil untuk mengubah dan memperbaiki moral bangsa, karena saat ini semakin banyak orang yang dinilai tidak memiliki orientasi yang jelas.
Ditambahkannya, PKB bertekad memimpin bangsa Indonesia secara moral, sebab selama ini moral atau akhlaq tidak pernah berjalan secara benar di negeri ini.
Selain Gus Dur, hadir dalam acara tersebut antara lain Sekretaris Dewan Syura PKB H Muhyidin Arubusman, Ketua Umum DPP PKB Ali Masykur Musa, Sekjen DPP PKB Zannuba Arifah Wahid (Yenny), sejumlah anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR RI serta jajaran pengurus partai lainnya. (ant/sam)
Terpopuler
1
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
4
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
5
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
6
Mulai 1 Juli 2026, Kemenhaj Alihkan Seluruh Penerbangan Umrah dan Haji Khusus ke Terminal 2F
Terkini
Lihat Semua