Gus Mus: Diperlukan Ngaji Agama Lagi
NU Online · Ahad, 28 November 2010 | 02:00 WIB
Karut-marut persoalan yang membelit bangsa ini, seperti halnya merebaknya praktik mafia di semua bidang, merupakan akibat terkoyaknya karakter bangsa di tengah gelombang kapitalisme. Para pemimpin yang semestinya menjadi imam bagi masyarakat gagal memberikan teladan, baik perkataan maupun perbuatan.
Kondisi bangsa ini cenderung mengarah pada ”karakter Kurawa” dalam dunia pewayangan. Oleh karena itu, bangsa ini perlu mengkaji ulang makna konsep tujuan beragama dan hidup di dunia ini.
/>
Hal itu disampaikan Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH A Mustofa Bisri atau Gus Mus, Sabtu (27/11/2010), dalam seminar ”Revitalisasi Peran Agama dan Budaya sebagai Asas Pembangunan Karakter Bangsa” yang diselenggarakan Badan Litbang dan Diklat Agama di Kota Semarang, Jawa Tengah. Pembicara lain adalah Guru Besar Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Damardjati Supadjar. Seminar dibuka Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abdul Djamil.
”Kondisi bangsa yang memprihatinkan tak bisa lain kecuali dihadapi dengan mengkaji ulang makna kehidupan beragama kita. Apakah yang kita yakini benar selama ini sudah benar atau kebenaran itu hanya dalam batas anggapan kita?” kata Gus Mus yang juga pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah.
Gus Mus mengatakan, dalam tradisi Jawa, hidup di dunia sekadar mampir ngombe, menumpang minum. Dahulu di bagian depan rumah-rumah orang Jawa selalu ada sumur dan kendi berisi air minum. Maknanya, tamu siapa pun bisa mencuci muka atau minum dengan cuma-cuma. Dalam kehidupan yang makin kapitalis, bangsa ini kehilangan orientasi. Terjadi disorientasi, baik yang diajarkan oleh agama maupun makna soal kehidupan itu sendiri. (WHO/KC)
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
3
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
4
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
5
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
6
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
Terkini
Lihat Semua