Jakarta, NU ONLINE, Untuk kesekian kalinya, KH Mustofa Bisri, atau yang lebih dikenal dengan Gus Mus mengadakan pameran lukisan di hotel Sangri-la Surabaya tanggal 17 – 27 April dengan tema “Indahnya Kebersamaan”. Pameran ini menampilkan hasil karya 12 pelukis yang meliputi Zawawi Imron, Alm A Rahman, Danarto, Acep Zamzam Noor, Yunus Jubair, A Budi Sulaiman, Lukman Aziz, RM Aryo Radityo, S Narko, Winarni, Ismail, Koesoemo Hariadi, Ary Idratuti, H Budi Utomo, Dian Krisna, dan Nyoman Dewa.
Dalam pameran ini Gus Mus menampilkan lima buah lukisannya, yang meliputi, Sumeleh, Menyerbu Cahaya, perempuan, Tanah Tumpah Darah, dan Yang Maha Indah. Tak dijelaskan mengapa lukisan “Dzikir Bersama Inul” buah karyanya yang sempat menghebohkan ketika ditampilkan di Masjid Agung Surabaya, dan sempat menuai ancaman bahwa masjid akan dibakar jika lukisan tidak diturunkan karena dianggap penghinaan, atau rumor bahwa lukisan itu hilang, tidak ikut ditampilkan, ataukah memang lukisan itu benar-benar hilang, Wallahua’lam.
Dalam pameran itu juga ditampilkan lukisan Gua Hiro. Karya seni cat minyak yang berukuran 60 x 75 ini merupakan karya pelukis asli Surabaya, H Budi Utomo. Lukisan ini menggambarkan sebuah pintu gua dengan seekor laba-laba yang berada di tengah sarangnya.
Selain itu juga terdapat sebuah lukisan lain yang berjudul Tragedi Bali. Karya ini tampak lebih besar karena berukuran 120x90 cm dijual dengan harga 15 juta rupiah. Lukisan ini secara simbolis menggambarkan suasana ketika “Amrozi dkk” ‘membuat’ malapetaka yang dikenal dengan tragedi bom Bali. (Disadur dari Duta) (mkf)
Terpopuler
1
Prof Ainun Na'im, Guru Besar Akuntansi yang Jadi Bendahara Umum PBNU
2
Innalillahi, Mustasyar PBNU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Wafat
3
Jejak Karier Mohammad Nuh: Dari Menteri hingga Katib Aam PBNU 2026-2031
4
Hukum Menyalakan Kembang Api di Malam Hari
5
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
6
KH Abdul Hakim Mahfudz: Memimpin Tebuireng, PWNU Jatim, hingga PBNU
Terkini
Lihat Semua