Gus Sholah Ajak Nahdliyyin Awasi Kepala Daerah Terpilih
NU Online · Rabu, 9 Juli 2008 | 20:48 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), mengajak warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) untuk mengawasi para kepala daerah, bupati/walikota dan gubernur yang terpilih dalam proses pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung, serta para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Selain itu Nahdliyyin juga harus kritis terhadap alokasi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Demikian dilaporkan kontributor NU Online Yusuf Suharto.<>
“Misalnya APBD Jombang itu sekitar Rp.800 miliar lebih banyak dari APBD Tuban sekitar Rp.700 miliar, tapi dana yang kembali ke masyarakat Jombang kalah dibanding Tuban, lalu di Jombang habis untuk apa?” kata Gus Sholah dalam Dialog dan Taushiyah Perdamaian Warga NU yang diselenggarakan PCNU Jombang di PSBR Jombang, Selasa (7/7) kemarin.
Menurut Gus Sholah, kegiatan yang diadakan oleh PCNU Jombang tersebut berupa sarasehan dan dialog adalah sebagai upaya mencerdaskan umat dalam menghadapi Pilbup dan Pilgub pada 23 Juli mendatang.
Dikatakannya, memilih dalam proses pemilu dan pilkada adalah hak politik, bukan kewajiban, sehingga jika ada warga masyarakat yang tidak memilih alias golput tidak bisa disalahkan. Tetapi dirinya meminta pihak-pihak tertentu untuk tidak malakukan kampanye golput.
“Karena bukan kewajiban, ya boleh dipakai boleh enggak, tapi jangan kampanye golput,” ujarnya disambut tepuk tangan para hadirin.
Terkait dengan banyaknya calon kepala daerah yang meminta restu ke pesantrenn-pesantren, Gus Sholah menyatakan dirinya mempersilahkan jika silaturahmi tapi beliau akan memilih yang terbaik saja.
“Calon yang mau datang monggo (silakan), masak datang enggak boleh, tapi yang nanti saya pilih adalah yang terbaik,” ujar mantan Pengurus PBNU itu. (nam)
Terpopuler
1
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
4
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
5
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
6
Mulai 1 Juli 2026, Kemenhaj Alihkan Seluruh Penerbangan Umrah dan Haji Khusus ke Terminal 2F
Terkini
Lihat Semua