Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, terhitung mulai hari ini, Selasa (15/2). Keputusan ini diambil Fauzi Bowo agar bisa lebih berkonsentrasi menuntaskan tugas-tugasnya sebagai orang nomor satu di Jakarta yang hanya tinggal sekitar satu setengah tahun lagi.
"Mulai besok, saya resmi mundur dari kepengurusan NU DKI. Meski demikian, saya tetap sebagai seorang Nahdliyin yang berpedoman pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah," ujar Fauzi Bowo, Senin (14/2) malam.
r /> Selain ingin lebih fokus menyelesaikan program yang dicanangkan untuk membangun Jakarta, keputusan mundur ini juga dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda NU yang memiliki potensi memimpin organisasi tersebut.
"Saya berharap generasi muda bisa tampil. Semoga di tangan pengurus baru NU semakin maju dan berkembang," harapnya.
Sekadar diketahui, saat ini Fauzi Bowo juga tercatat sebagai member of steering committee representing Southeast Asia dan Oceania C-40 (perkumpulan kota-kota terbesar dunia yang peduli lingkungan). Sedangkan ketuanya dijabat Walikota New York, Michael Bloomberg.
Selain itu, Fauzi Bowo juga masih menjabat sebagai Presiden Serikat Kota dan Pemerintah Daerah Asia Pasifik atau United Cities and Local Goverments Asia Pasific (UCLG ASPAC). Jabatan sebagai Presiden UCLG ASPAC baru berakhir 2012 mendatang. (ful)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
3
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
4
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
5
Iuran Lomba 17 Agustus: Gotong Royong atau Justru Bisa Jadi Judi? Ini Batas Hukumnya
6
Jelang Muktamar Ke-35 NU, PBNU Bakal Cek Kesiapan Lokasi dan Istighotsah Terbatas di Jombang pada 20 Agustus 2026
Terkini
Lihat Semua