Jakarta, NU Online
Guru Besar FISIP Universitas Andalas (Unand) Padang Prof DR H Abdul Aziz Saleh, MA menilai hasil pendidikan perguruan tinggi di Indonesia masih belum memenuhi harapan mayoritas masyarakat.
"Keadaan itu disebabkan kerancuan pengertian antara pendidikan dan pelajaran, pintar dan cerdas atau banyak mengetahui dan tahu banyak," ujarnya di Padang, Rabu.
<>Sebagai implikasinya, menurut Azis Saleh, pendidikan cenderung kurang memperhatikan proses, tetapi hanya mengacu pada "output" yang diukur dengan NEM (Nilai Ebta Murni) dan sejenisnya.
Menurut dia, upaya meningkatkan dan memperbaiki hasil pendidikan harus segera dilakukan melalui berbagai terobosan baru yang lebih ilmiah dan rasional.
Ia menjelaskan, secara umum pendidikan mencakup tiga domain yang mencakup logika, etika dan estetika. Dalam domain logika diukur dengan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan kemampuan memecahkan masalah yang dihadapi masih belum memenuhi harapan.
"Sedangkan dalam domain etika yang ukurannya sikap dan perilaku keadaannya jauh lebih menyedihkan, sementara dalam domain estetika terlihat ruangan untuk berkreasi dan berekspresi sangat terbatas," ujarnya.
Menurut dia, proses pendidikan kurang memperhatikan hal-hal yang termasuk dalam etika (termasuk moral dan akhlak), bahkan pendidikan etika seperti budi pekerti bahkan agama disamakan saja dengan pelajaran lainnya yang bersifat kognitif.(ant/mkf)
Terpopuler
1
PBNU Bentuk Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Sembilan Pesantren Masuk Daftar
2
Khutbah Jumat: Jadi Manusia yang Menenangkan, Bukan yang Meresahkan
3
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah tentang Kejujuran
4
Khutbah Jumat: Degradasi Moral dan Kualitas Shalat
5
Khutbah Jumat: Hemat di Era Digital, Teladan Kesederhanaan Rasulullah
6
PBNU Segera Alihkan Saham Perusahaan Pengelola Tambang kepada Perkumpulan NU
Terkini
Lihat Semua