Hasyim: Ada Kerancuan Sistemika dalam Pembentukan UKP3R
NU Online · Sabtu, 4 November 2006 | 14:14 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menganggap bahwa fenomen tim Unit Kerja Presiden untuk Percepatan Program Reformasi (UKP3R) merupakan gejala kerancauan sistemik dalam penyelenggaraan negara dan merupakan bukti dari lemahnya leadership.
“Secara de jure kebinet Indonesia itu presidensil, tapi secara de fakto, kabinet Indonesia itu perlementer karena porsi menteri dikapling oleh kekuatan partai politik berdasarkan kakuatan di perlemen,” tandasnya di Jakarta, Sabtu.
Dikatakannya bahwa untuk menghindari itu, presiden tidak melakukan reshuffle, tapi membuat lembaga baru. Sehingga terjadi kerancauan kekuasaan di tingkat eksekutif pusat. “Inilah yang membuat solusi masalah bangsa semakin berat secara multidimensional,” katanya.
Berbagai kerencuan dan permasalahan lain juga ditunjukkan oleh Hasyim seperti hubungan antar lembaga tinggi negara yang juga mengalami kesulitan akibat eksekutif, legeslatif dan yudikatif dipisahkan secara mutlak. “Masalah ini juga dilengkapi dengan otonomi daerah yang memisah-misahkan antara pusat dan daerah. Maka lengkaplah kerancauan sistemik dan tidak lancarnya leadership,” paparnya.
Akhirnya Dibekukan
Seusai bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla di rumah dinasnya, Hasyim mengungkapkan bahwa Wapres menyatakan Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R) telah dibekukan.
"Wapres bilang UKP3R telah dibekukan," kata Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi usai bertemu dengan Kalla di kediaman Wapres, Jl Diponegoro No 2, Jakarta, Sabtu (4/11/2006).
Namun demikian, Hasyim belum dapat memastikan maksud pernyataan wapres itu. Apakah dibekukan berarti lembaga itu telah dibubarkan oleh Presiden SBY. "Saya tidak mendengar begitu. Kalau Wapres bilang begitu, masak saya tidak percaya," ujarnya. (mkf/dc)
Terpopuler
1
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
2
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
3
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
4
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
5
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
6
Gempa M7,8 Guncang Filipina: 35 Orang Meninggal Dunia, Ribuan Bangunan Rusak
Terkini
Lihat Semua