Hasyim: Keyakinan Tanpa Toleransi Cenderung kepada Ekstrimisme
NU Online · Ahad, 8 Maret 2009 | 01:27 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengungkapkan, prinsip-prinsip ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang selama ini dikembangkan NU memiliki arti penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, di Indonesia, ajaran-ajaran Aswaja yang dipraktikkan oleh para wali dan kemudian dilanjutkan oleh ulama-ulama NU adalah wujud nyata dari perjuangan mereka dalam mengembangakan dan melestarikan ajaran-ajaran yang bersumber dari Al-Quran and Sunnah Nabi.<>
"Secara historis, mengupayakan Islam yang ideal sebagai ajaran keagamaan sudah dilakukan oleh kaum Ahlussunnah wal Jamaah. Di Indonesia, ajaran-ajaran tersebut dipraktikkan oleh Wali Songo dan kemudian dilanjutkan oleh ulama-ulama NU," Kata Hasyim saat berbicara pada sebuah pertemuan di Roma, Italia, belum lama ini.
Dalam kesempatan itu, Hasyim juga menyinggung pentingnya umat Islam untuk menerapkan ajaran-ajaran keagamaan yang moderat terlebih dalam komunitas yang multi agama dan dan budaya.
"Seorang Muslim yang moderat harus mampu mengupayakan keseimbangan antara keyakinan dan toleransi. Karena keyakinan tanpa toleransi akan cenderung mengarah pada ekstrimisme dan eksklusivitas," terang Hasyim.
Presiden Konferensei Agama-Agama Dunia untuk Perdamaian (WCRP) itu juga mengatakan bahwa gagasan atau sikap keagamaan antara kaum moderat itu bertolak belakan dengan kaum liberal.
"Kaum moderat menjaga keseimbangan antara toleransi dan keyakinan, sementara kaum liberal cenderung 'menggadaikan' toleransi yang pada gilirannya dapat mengurangi keyakinan," katanya.
"Dengan toleransi, kaum moderat berusaha hidup damai berdampingan dengan orang-orang lain yang berbeda keyakinan. Inilah sebenarnya wajah Islam di Indonesia, Islam yang moderat," terang Hasyim. (dar)
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
4
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
5
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
6
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
Terkini
Lihat Semua