Hasyim Kritik SBY Tak Komunikasi dengan DPR
NU Online Ā· Senin, 2 Juni 2008 | 20:22 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengkritik keras keputusan pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ā Jusuf Kalla (JK) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) karena hingga saat ini belum ada komunikasi dengan DPR RI.
Seharusnya pemerintah SBY-JK berkomunikasi terlebih dahulu dengan DPR RI. Jika terjadi penolakan atau tidak disetujui rencana pemerintah menaikkan BBM, maka para anggota DPR akan mencairkan solusi yang tepat selain menaikkan harga BBM.<>
āMestinya kebijakan pemerintah seperti ini diputuskan bersama dengan rapat DPR RI, tidak asal mengeluarkan kebijakan dengan menaikkan BBM. Kalau DPR tidak setuju, ya harus mencari solusinya dong. Sehingga tidak terpecah belah seperti ini,ā katanya di Surabaya Ahad (1/6) seperti dikutip Duta Masyarakat.
Untuk itu, pemerintah SBY-JK harus menjelaskan alasan tentang dikeluarkan kebijakan tersebut kepada rakyat dengan alasan yang bisa dimengerti. Karena secara otomatis kenaikkan BBM saat ini sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat.
āPemerintah SBY-JK telah menyengsarakan rakyat, karena imbas dari kenaikan BBM ini harga kebutuhan pokok secara otomatis membumbung tinggi,ā kata Kiai Hasyim.
Menurutnya, prosedur dalam menentukan kebijakan pemerintah SBY-JK saat ini belum tuntas. Seperti tidak adanya komunikasi politik antara petinggi politik dengan pemerintah serta itung-itungannya tentang persoalan ini belum juga ada pembicaraan. āTau-tau dinaikkan. Ini namanya pembodohan. Begini-begini jangan diucapkan oleh seorang pemimpin,ā tegasnya.
Sejak awal, tegas Kiai Hasyim, sebelum BBM dinaikkan secara institusi NU menolak keputusan pemerintah SBY-JK. Bahkan pihaknya juga pernah mengirimkan surat resmi kepada pemerintah SBY-JK agar keputusan itu dipikirkan ulang. āNU menolak keputusan ini. Bahkan surat yang saya kirimkan hingga saat ini juga tidak ada balasan,ā kata Kiai Hasyim. (nam)
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
2
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
3
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
4
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
5
Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam
6
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua