Hasyim Muzadi Ingatkan Wapres Agar Tidak Korupsi
NU Online · Selasa, 9 Desember 2003 | 11:45 WIB
Jakarta, NU Online
KH Hasyim Muzadi mendatangi Wakil Presiden (Wapres) Hamzah Haz untuk mengingatkan agar jangan sampai terlibat korupsi. "Saya tadi datang ke Hamzah Haz agar hati-hati. Saya mendapat amanah dari PBNU supaya jangan sampai kita semua terlibat," kata Muzadi seusai bertemu Wapres di Istana Wapres di Jakarta, Selasa.
NU, ujarnya, bersama Muhammadiyah melakukan gerakan anti-korupsi dan untuk memulainya, harus dimulai dari diri sendiri. Sebelum melangkah keluar harus ada komitmen di PBNU agar hati-hati jangan sampai terlibat korupsi, ujarnya.
<>Komitmen gerakan anti korupsi ini dilakukan setelah melihat kondisi Indonesia saat ini yang korupsinya sudah sangat parah, dan dalam hal ini NU dan Muhammadiyah merasa malu karena sebagian besar warga negara Indonesia adalah umat Islam sehingga dalam hal ini NU dan Muhammadiyah memiliki kewajiban moral untuk memberantasnya
Awal pemberantasan korupsi yang dimulai dari diri sendiri ini terutama menyangkut orang-orang yang rawan terlibat dalam korupsi seperti para penguasa sehingga PBNU perlu mengingatkan warganya yang duduk dalam pemerintahan. Selain kepada Wapres Hamzah Haz, Muzadi juga sudah melakukan hal yang sama kepada Menag Said Agil al-Munawar.
Kepada Hamzah, Muzadi meminta Hamzah sebagai orang NU juga memberitahu kepada orang-orang NU di PPP di mana Hamzah menjadi Ketua Umumnya supaya melakukan hal yang sama.
Mengenai tanggapan Wapres, Muzadi mengatakan, sangat bagus, Wapres berterimakasih karena pertama, dia diakui sebagai orang NU, kedua Wapres diingatkan agar tidak melakukan korupsi. Ditanya wartawan ia mengatakan, jika ada warga NU yang terlibat tindakan yang merugikan negara maka perlu diproses secara hukum.(mkf)
Terpopuler
1
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
4
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
5
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
6
Mulai 1 Juli 2026, Kemenhaj Alihkan Seluruh Penerbangan Umrah dan Haji Khusus ke Terminal 2F
Terkini
Lihat Semua