Tasikmalaya, NU Online
Innalillahi wainna ilaihhi rajiun. Istri KH Ilyas Ruhiyat, Pengasuh Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, Hj Dedeh Fuadah meninggal dunia, Selasa (119/6), pukul 04.30 di RS Hasan Sadikin Bandung. Jenazah akan dimakamkan di komplek pemakaman keluarga besar Pondok Pesantren Cipasung, sekitar pukul 11.00 WIB.
Hj Dedeh wafat pada usia 66 setelah lebih dari 50 tahun membina rumahtangga yang harmonis bersama kiai Ilyas Ruhiyat. Ia selalu mendampingi Apih (panggilan kesayangan untuk Kiai Ilyas) terlebih pada masa-masa Kiai Ilyas menjabat Rais Aam PBNU besama Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid.
Hj. Dedeh merasa sangat bersyukur karena anak-anaknya setelah selesai sekolah, berkumpul kembali di Cipasung. Dari ketiga putranya almarhumah memperoleh 11 cucu.
”Beliau berharap supaya putra-putri dan cucu cucunya meneruskan kegitan yang sudah dirintisnya serta berharap kepada kami untuk menjaga kerukunan keluarga besar,” kata Abdul Khobir, suami dari putri kedua Ida Nurhalida, kepada NU Online.
Hj Dedeh dijodohkan dengan Apih (panggilan kesayangan untuk Kiai Ilyas) oleh ayahnya KH Mapruh, asal Rancapaku, saat dirinya baru lulus SD. Dedeh sebenarnya juga ingin melanjutkan sekolah. Namun, karena dia menghormati serta patuh kepada orang tuanya, dia bersedia menikah tepat pada tanggal 14 Juli 1956.
Merasa Jadi Istri Ketiga
Setelah pernikahannya, ternyata Kiai Ilyas kembali sibuk untuk mengajar, ceramah, hingga kegiatan organisasi NU. Sejak dua minggu setelah menikah sampai tahun 2002, dirinya sering ditinggalkan. Pada awalnya, ketika sering ditinggal jadi tertekan. Namun, lama-kelamaan, akhirnya dirinya bisa memahami yang dikerjakan Apih.
"Selama 50 tahun hidup bersama, Apih ini tidak pernah membentak, atau memaki saya. Apih sayang sekali kepada kita, sabar serta penuh perhatian kepada kami atau kepada anak-anak. Selalu menghargai sikap saya, juga mengayomi, " ujarnya, seperti dikutip harian Pikiran Rakyat pada ulang tahun pernikahan ke-50 tahun lalu.
Hj Dedeh diberikan kepercayaan penuh untuk urusan rumah tangga bagian dapur. Termasuk ambil peran besar untuk mengasuh putranya, karena kesibukan Kiai Ilyas.
Sebenarnya Kiai Ilyas hanya beristri satu. Namun kata Hj Dedeh, kadang ia merasa jadi istri yang ketiga. Istri pertamanya, pesantren, kedua NU. Baru ketiga dirinya. "Saya merasa bahagia sekali hidup bersama Apih ini," ujarnya. (nam)
Terpopuler
1
Pengumuman 50 Mahasantri Ma'had Aly Penerima Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35
2
Warga NU Bekasi Raya Padati Kajian Qanun Asasi KH Hasyim Asy'ari
3
Unusia Buka Beasiswa Cahaya Pintar untuk Program Sarjana dan Magister
4
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami?
5
Hasil Muktamar Ke-35 NU Segera Disosialisasikan ke PWNU dan PCNU
6
Orang Meninggal Dapat Pesangon dan BPJS Ketenagakerjaan, Apakah Jadi Harta Warisan?
Terkini
Lihat Semua