Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla memandang penerapan remunerasi saja tidak cukup untuk membersihkan birokrasi dari korupsi.
''Gaji baik, itu sangat baik. Tapi ternyata kan bukan itu saja. Dibutuhkan juga perangkat disiplin dan perangkat administrasi yang baik,'' katanya usai menerima kunjungan Presiden Bulan Sabit Merah Palestina Younis Al-Khatib di kantor pusat PMI Jakarta, Kamis (1/4).<>
Selain itu, Kalla berpendapat, pemerintah juga harus memperbaiki sistem dan memperkuat pengawasan internal untuk mencegah terjadinya korupsi.
''Karena ternyata uang bukan segala-galanya. Orang gaji Rp10 juta tapi belanja Rp 50 juta, bagaimana cari yang Rp 40 juta? Ya carinya, (dengan cara) begitulah,'' ujarnya.
Mantan ketua umum DPP Partai Golkar ini mengatakan, Gayus Halomoan Tambunan mesti dihukum. Bahkan, tegasnya, semua pihak yang terlibat juga harus diberi sanksi.
''Yang bersangkutan dan yang terlibat tentu harus dihukum. Bahwa pemimpin harus tanggung jawab iya, juga memperbaikinya,'' tegasnya.
Namun, Ketua Umum PMI ini menilai, pimpinan lembaga yang pegawainya melakukan kesalahan tidak harus mengundurkan diri.
''Kalau setiap anak buah salah, semua atasan harus mundur, ya habis pemimpin republik ini. Karena tak ada departemen yang tidak salah, kalau itu dijadikan alasan maka tidak ada lagi menterinya,'' jelasnya. (ant/mad)
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh ‘Turun Gunung’ Jelang Muktamar 1984
2
LF PBNU Sebut Suara Dentuman Semalam Berasal dari Meteor Jatuh
3
Ketum PBNU Sebut Tambakberas Jalan Tengah Terbaik untuk Muktamar Ke-35 NU
4
Kajian Hadits: Bolehkah Orang Fasik Melakukan Amar Makruf–Nahi Mungkar?
5
Meteor Besar Lintasi Langit Jawa, BRIN Jelaskan Asal Dentuman yang Terdengar
6
Gus Yahya Harap Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas Jadi Landasan Strategis Abad Kedua NU
Terkini
Lihat Semua