Kader Nahdlatul Ulama (NU) yang pakar di bidang ilmu falak sangat minim. Padalah ilmu ini sangat diperlukan dalam penentuan awal bulan Qamariyah atau Hijriyah, terutama awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah.
Praktisi ilmu falak M. Agus Yusrun Nafi' mengemukakan, orang yang menguasai ilmu falak semakin jarang. Pasalnya, selama ini ilmu falak dikesankan sebagai disiplin yang sulit untuk dipelajari.<>
"Anggapan seperti itu ada benarnya, karena ilmu itu adalah gabungan beberapa disiplin ilmu dan orang yang mempelajarinya harus mengusainya, terutama ilmu astronomi, matematika, geografi, dan fisika," paparnya dalam diskusi Ramadhan di STAIN Kudus pada Rabu (17/9) lalu.
Ia menyanyangkan di Kota Kudus sendiri kader falakiyah sangat minim. Padahal di sana ada seorang tokoh ternama yang ahli ilmu falak dan diakui keilmuannya yakni mendiang KH Turaichan Adjhuri Asy-Syarofi.
"Kalau orang yang ahli hisab di Kudus banyak, tetapi ahli falak sedikit," keluhnya.
Melihat kenyataan itu, ia lalu berusaha menjadikan pembelajaran ilmu falak mudah dan membumi. Rencananya setelah Ramadhan ia akan menjadi penyuluh di berbagai daerah terkait ilmu falak yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat.
"Nantinya saya akan menggunakan metode yang praktis dalam pembelajaran, supaya masyarakat mudah menerima dan menggunakannya," katanya. (zak)
Terpopuler
1
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
2
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, Bukti Pelatihan Militer bagi Sipil Tidak Relevan
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
Koalisi Sipil Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil Calon Manajer KDMP
5
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
6
Nikah Batin: Pernikahan yang Tidak Pernah Dikenal Syariat Islam
Terkini
Lihat Semua