Kajian Ekonomi Kerakyatan Gus Dur Masih Minim
NU Online · Selasa, 21 Februari 2012 | 03:39 WIB
Yogyakarta, NU Online
Kajian serius tentang ekonomi kerakyatan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dinilai masih sangat minim. Diskusi gagasan dan perjuangan Gus Dur tetap dominan pada isu-isu seputar politik, agama dan budaya.
Pendapat ini dikemukakan aktivis dan penggiat Gusdurian Arif Ruba’i saat menjadi narasumber pada forum “Temu Penggerak Komunitas Gusdurian” di Yogyakarta, Ahad (19/2).
<>
Menurutnya, berkaca dari proses Simposium Nasional Kristalisasi Pemikiran Gus Dur yang lalu, penjabaran mengenai orientasi kerakyatan di bidang ekonomi Gus Dur tidak banyak mengemuka.
“Saya heran, ketika kita sampai pada pembahasan ekonomi kerakyatan di simposium kemarin, semuanya pada diam,” katanya.
Ia menambahkan, tenggelamnya tema ini disebabkan oleh arah pergerakan di komunitas-komunitas yang semakin pragmatis. Nalar produktif yang mati telah menyulap pemikiran yang harusnya senantiasa didalami dan dikembangkan akhirnya menjadi stagnan.
Sebagaimana diketahui, diskusi pemikiran Gus Dur pernah digelar dalam Simposium Nasional Kristalisasi Pemikiran Gus Dur di Hotel Best Western, Jakarta, 16-18 November 2011. Acara yang diselenggarakan Yayasan Bani Abdurrahman Wahid dihadiri oleh para intelektual dari berbagai bidang untuk membahas pokok-pokok pikiran Gus Dur seputar kenegaraan, keislaman, ke-NU-an, civil society, dan ekonomi.
Redaktur: Mukafi Niam
Penulis : Mahbib Khoiron
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
4
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
5
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
6
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
Terkini
Lihat Semua