Kang Said : Kesadaran Berbangsa Ciptakan Persaudaraan
NU Online · Rabu, 29 Februari 2012 | 03:37 WIB
Jakarta, NU Online
“Ladang perlu digarap terlebih dulu agar benih keimanan bisa tumbuh di ladang” ujar Ketua UMum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Rabu (29/2). Menurutnya, kesadaran menciptakan suasana aman harus ditanamkan ke dalam sanubari setiap warga negara.<>
Lebih lanjut, Kang Said -sapaan akrab KH Said Aqil Siroj menjelaskan, Kesadaran berbangsa ini penting. Bagi NU, kesadaran berbangsa dapat menciptakan suasana persaudaraan dan persatuan. Dengan semangat persaudaraan, pengamalan nilai agama kemudian dapat terselenggara dengan baik tanpa gangguan.
“Tanpa adanya sebuah bangsa yang utuh kokoh, aman dan tenteram, agama tidak bisa dijalankan secara sempurna,” tambah Kang Said.
Untuk itu, NU sejak dahulu mengoperasionalkan prinsip al-amnu qoblal imaan, keamanan dan ketertiban harus dibangun dulu sebelum menanamkan keimanan. “Justru di tengah ketenteraman itulah iman bisa ditanamkan dengan baik dan akan bisa hidup subur,” ungkap Kang Said.
Bahkan dalam sebuah statemen yang lebih tegas dikatakan At-Tumakninatu qablal Aqidah, ketenteraman dibangun sebelum menanamkan akidah. Dalam menyiarkan Islam dan menanamkan keimanan, NU menyiapkan lebih dahulu infrastrukturnya.
Lewat prinsip ketentraman, NU menghendaki iklim sosial, politik, dan ekonomi yang kondusif untuk pengamalan nilai-nilai agama. Dalam konteks kebangsaan, NU menemukan momentum untuk melaju bersama semua pihak dalam menghadirkan iklim ekonomi, sosial, dan budaya yang mengakomodir keperluan hidup beragama dengan sempurna.
Redaktur : Syaifullah Amin
Reporter : Alhafidz Kurniawan
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menjadi Teladan yang Dikenang Sepanjang Zaman
2
Khutbah Jumat: Menyeimbangkan 5 Unsur Utama dalam Diri Manusia
3
Khutbah Jumat: Makna dan Keutamaan Membaca Basmalah
4
Khutbah Jumat: Zakat, Jalan Menuju Masyarakat Adil dan Peduli
5
2.500 Alumni Ikuti Silatnas Iktasa di Istiqlal Jakarta, Teguhkan 3 Fungsi Utama Pesantren
6
Akademisi Soroti Gejala Pembusukan Demokrasi yang Kian Sistematis Sejak Era Jokowi ke Prabowo
Terkini
Lihat Semua