Pemerintah dikritik dari pelbagai penjuru. Mereka yang mengkritik bukan karena tidak suka pemerintah. Tapi karena persoalan demi persoalan-persoalan bangsa tidak kunjung diselesaikan dengan damai dan adil. Lebih-lebih, kekerasan sepertinya mudah terjadi di mana-mana, dan kasat mata.
Kritikan datang dari salah satu Ketua PBNU, M. Imam Aziz. Dia menyatakan bahwa kekerasan yang terjadi disebabkan karena rakyat prustasi atas ketidakadilan yang terjadi. “Banyak hal yang jelas melukai rakyat tidak diselesaikan secara tuntas dan adil,” tegas <>Imam Aziz.
“Berlarut-larutnya kasus Century, kasus korupsi, pemberian grasi bagi koruptor, pembiaran terhadap perlakukan yang semena-mena terhadap kelompok minoritas, adalah contoh ketidakadilan pemerintah dalam memimpin,” kata Imam Aziz memberikan contoh.
Secara jelas dia juga berpendapat bahwa kelemahan negara dalam menjalankan tugasnya dimanfaatkan oleh kelompok politik untuk membuat eksperimen untuk menggoyahkan pemerintah saat ini, dengan tujuan merebut simpati untuk Pemilu atau Pilpres 2014. “Kerusuhan sosial yang ada sekarang ini terjadi hanyalah awal dari permulaan. Awal dari permulaan proses peralihan politik empat tahun yang akan datang.
Dimintai komentarnya tentang peran Nahdlatul Ulama dalam menjaga bangsa, Imam Aziz menjawab, “Kewajiban NU adalah mengingatkan bahwa pemerintahan sekarang ini haruslah menegakkan hukum bagi siapa saja, agar keadilan dirasakan oleh semua rakyat Indonesia.”
“Pemerintah tidak boleh tunduk pada sekelompok orang yang memaksakan kehendaknya di luar proses demokrasi dan hukum yang berlaku. Jika pemerintah tunduk pada kelompok-kelompok ini, maka akibatnya sistem demokrasi yang kita bangun akan mundur ke belakang,” pungkasnya. (hmz)
Terpopuler
1
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
4
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
5
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
6
Mulai 1 Juli 2026, Kemenhaj Alihkan Seluruh Penerbangan Umrah dan Haji Khusus ke Terminal 2F
Terkini
Lihat Semua