KH Hasyim Muzadi: Riset Kurang Dijalankan Generasi Muslim
NU Online · Ahad, 2 Januari 2011 | 04:40 WIB
Malang, NU Online
Masyarakat Muslim Indonesia, khususnya yang berada di perguruan tinggi Islam kurang menghayati pentingnya riset atau penelitian di berbagai bidang keilmuan. Padahal kegiatan riset dianjurkan dalam beberapa ayat Al-Qur’an sebagai prasarat bagi umat Islam agar bisa menyikap rahasia dunia.
Hal ini disampaikan Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi saat memberikan taushiyah awal tahun di Universitas Islam Malang (Unisma), Sabtu (1/11) malam. Menurutnya riset justru dilakukan oleh kalangan non Muslim.
“Malahan yang melakukan riset itu kebanyakan orang Yahudi. Makanya kita jangan hanya bisa marah kepada mereka, tetapi bagaimana penemuan-penemuan itu kita yang mempelopori,” katanya dalam bahasa Jawa.
“Jika yang ada dalam ajaran Islam tapi itu ada dalam diri orang lain maka sebenarnya itu adalah milikmu yang ketelisut (salah orang, red) maka segera ambillah,” tambahnya dalam acara yang dihadiri civitas akademika Unisma.
Dalam Islam ada istilah mukjizat yakni keistimewaan yang diberikan kepada Nabi yang tidak dimiliki oleh orang lain. Menurut Hasyim, hal-hal aneh yang bisa dilakukan oleh Nabi pada waktu itu, saat ini sudah bisa dilakukan oleh manusia biasa melalui riset.
“Mukjizat berasal dari kata i’jaz yang berarti hal-hal yang tidak bisa dilakukan orang, tapi itu dulu. Dulu orang Quraisy tercengang saat Nabi bisa mengetahui jumlah pintu atau cendela masjidil haram, tapi sekarang dengan perangkat teknologi hal itu bisa kita lakukan sekejab saja. Ini juga berlaku untuk beberapa mukjizat lainnya,” kata pengasuh Pesantren Al-Hikam itu.
Ditambahkan, riset menjadi hal yang harus dilakukan oleh umat Islam jika ingin mengetahui rahasia dunia. “Sekarang rahasia itu sudah sedikit demi sedikit dibuka. Maka haruslah umat Islam yang membuka rahasia itu,” katanya. (nam)
Terpopuler
1
PBNU Rilis Twibbon Hari Santri 2026, Unduh Linknya di Sini
2
KH Syukron Makmum dan Daarul Rahman-nya
3
Ketum GP Ansor: Keteladanan KH Abbas Buntet Layak Diabadikan sebagai Pahlawan Nasional
4
Akhir Perang AS-Israel Versus Iran
5
Masyarakat Sipil Gelar Aksi di Tugu Proklamasi dan Tugu Tani Besok, Soroti Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
6
Karhutla Belum Reda, Rais Aam PBNU Ajak Masyarakat Terus Berdoa agar Musibah Segera Berakhir
Terkini
Lihat Semua