Khofifah: Indonesia Kehilangan Penyanggah Kekuatan Spiritual
NU Online · Kamis, 1 Maret 2012 | 00:56 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa merasa kehilangan atas kepergian Kiai Faqih. Menurutnya, Kiai Faqih adalah figur ulama panutan. “Kiai Faqih mulai dikenal dan didengar serta diperhatikan berbagai pemikiran kebangsaannya saat awal reformasi,” katanya ketika dihubungi, Rabu malam (29/2.
<>
Menurutnya, Gus Dur sering menjadikan fatwa Kiai Faqih sebagai referensi gerakan reformasi, khususnya saat mendirikan PKB dan saat mengambil keputusan pencalonan Presiden.
“Beliau dikenal sebagai Kiai Langitan bukan sekedar karena pondok pesantrennya di desa langitan, tetapi berbagai pertimbangan penting kenegaraan dan kebangsaan selalu dikeluarkan setelah mendapatkan sinyal 'langit', maksudnya berdasarkan istikhoroh,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, Kiai Faqih merupakan salah satu penyanggah kekuatan spiritual bangsa Indonesia. Pesantren, warga NU dan warga bangsa sangat kehilangan atas kepergiannya.
“Saat negara mengalamai berbagai krisis, beliau menggerakkan istighotsah dan berbagai wirid/amalan keagamaan untuk memohon pertolongan Allah. Yang terakhir ini sangat jarang dilakukan ulama akhir-ahkir ini. Kalau ada, resonansinya tidak sekuat Kiai Faqih,” tuturnya.
Redaktur: Mukafi Niam
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
LPJ PBNU 2021–2026 Diterima Aklamasi, Gus Yahya Sampaikan Terima Kasih dan Minta Maaf
3
Bakal Caketum PBNU Gus Kikin: Siapa Pun yang Terpilih Jadi Ketum, NU Harus Tetap Rukun
4
Dijual Setan Muktamar
5
Gus Yusuf Maju sebagai Caketum PBNU, Klaim Tak Langgar AD-ART NU
6
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
Terkini
Lihat Semua