Banda Aceh, NU Online
Sejumlah donatur dari Malaysia membantu pembangunan lima unit pondok pesantren (ponpes) dan pemberian beasiswa kepada 350 anak yatim korban bencana alam gempa dan tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
Bantuan lima ponpes di Provinsi NAD itu tertuang dalam MoU antara pihak donatur Malaysia dengan lima pimpinan ponpes di Pesantren Babul Magfirah, Cot Keueng, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, Kamis.
<>Wakil Ketua Menteri negeri Pulau Penang, Malaysia, Datok Abdul Rasyid bin Abdullah, mengatakan, musibah gempa dan tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004, itu merupakan ujian Allah SWT kepada hamba-Nya di daerah Serambi Mekah ini.
"Musibah itu telah menggugah orang-orang untuk membantu saudara-saudaranya di Aceh, termasuk keprihatinan rakyat Malaysia. Sudah menjadi kewajiban kita semua untuk membantu sesama," katanya.
Beasiswa yang akan diberikan kepada ratusan anak yatim korban bencana alam gempa dan tsunami di NAD itu secara berkesinambungan untuk masa tiga tahun.
"Dengan penandatanganan MoU itu kita harapkan jalinan hubungan baik sesama rakyat Malaysia dengan Indonesia, khususnya di Aceh akan bertambah erat," tambah dia.
Dipihak lain, Abdul Rasyid mengharapkan, kegiatan kemanusiaan yang dilakukan para donatur membantu lembaga pendidikan agama (ponpes) dan anak yatim korban bencana alam gempa dan tsunami itu juga dilakukan pihak-pihak lain di Malaysia.
Sementara Sekda Provinsi NAD Tanthawi Ishak menyatakan, pasca bencana alam gempa dan tsunami sudah banyak orang di belahan dunia datang dan menjanjikan sejumlah bantuan untuk masyarakat di daerah paling ujung Indonesia ini.
"Namun hanya sebagian kecil yang baru merealisasinya janjinya. Padahal masyarakat kami yang tertimpa musibah sangat memerlukan bantuan dari berbagai pihak," tambahnya.
Tanthawi mengharapkan, kepedulian rakyat Malaysia khususnya masyarakat Pulau Penang tidak hanya sebatas bantuan beasiswa dan pembangunan ponpes, tapi bantuan berkelanjutan untuk mendanai para pelajar dari Aceh ke luar negeri.
"Karena, bantuan kelanjutan pengiriman belajar putra-putri berkualitas Aceh ke luar negeri itu saat ini tidak mungkin bisa dilakukan melalui dana APBD," ujar dia.
Sementara itu, pimpinan Pesantren Babul Magfirah, Teungku HM Ismi LC menjelaskan bahwa MoU kerjasama dengan donatur dari Malaysia tersebut mencakup pembangunan gedung lima ponpes di Aceh Besar dan Aceh Jaya.(ant/mkf)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua