Dalam menyebarkan dan mengembangkan ajaran-ajaran Islam ke tengah-tengah masyarakat, seorang dai harus memiliki pengetahuan mengenai kebudayaan masyarakat. Dai yang menggunakan pola budaya dalam mendakwahkan nilai-nilai agama akan lebih mudah diterima masyarakat dibandingkan dengan mereka yang tidak menghargai kebudayaan setempat.
Demikian dinyatakan Rois Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas'udi ketika menyampaikan materi dalam Pelatihan Dai VI Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) di Gedung PBNU, Sabtu (28/8). Menurut Masdar, berbagai ajaran Islam pun diwarnai oleh budaya masyarakat.<>
"Kita mengenal manasik haji misalnya. Ini adalah bentuk ibadah yang dilakukan untuk napak tilas perjuangan Adam sebagai manusia pertama dan Ibrahim sebagai bapak dari para pembawa agama," terang Kiai Masdar.
Karenanya, lanjut Kiai Masdar, Umat Muslim Indonesia juga harus pula diajarkan mengenai nilai-nilai Islam dengan pendekatan budaya. Agar Islam sebagai agama juga mengakar dalam setiap gerak masyarakat Indonesia.
"Kita tentu tidak ingin Islam menjadi agama yang dimusuhi oleh sekelompok masyarakat lain karena Islam digunakan untuk memusuhi tetangga atau masyarakat yang tidak seide," tandas Masdar. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?
2
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
3
Para Kiai Sepuh Sampaikan Seruan Moral Jelang Muktamar Ke-35 NU, Soroti Penggalangan Dukungan Calon AHWA
4
Khutbah Jumat: Belajar Menjadi Orang yang Amanah dan Profesional dari Rasulullah
5
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
6
Iuran Lomba 17 Agustus: Gotong Royong atau Justru Bisa Jadi Judi? Ini Batas Hukumnya
Terkini
Lihat Semua