Mendiknas: Mutu Pendidikan di Indonesia Tidak Kalah di ASEAN
NU Online · Selasa, 14 Juli 2009 | 02:57 WIB
Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo mengatakan, mutu pendidikan di Indonesia tidak kalah dengan mutu pendidikan di negara-negara ASEAN. Ini ditunjukkan dengan seringnya pelajar Indonesia meraih medali pada olimpiade sains internasional.
"Ini menunjukkan pelajar dan guru di Indonesia cerdas," kata Bambang Sudibyo usai menghadiri peresmian tiga pusat pelatihan guru di Indonesia menjadi regional center SEAMEO di gedung Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) di Jakarta, Senin (1/7).<>
Menteri mengatakan, guru-guru yang mendidik para pelajar menjadi cerdas dan menjuarai olimpiade sains mendapat pelatihan di pusat pelatihan guru yang berada di beberapa daerah di Indonesia. Kondisi ini, katanya, menunjukkan kemampuan guru dan kualitas pendidikan di Indonesia tidak kalah dengan negara-negara anggota ASEAN.
Dengan pertimbangan tersebut, katanya, ketika menjadi Presiden Organisasi Menteri Pendidikan Se-ASEAN (SEAMEO/South East Asian Ministers of Education Organization) dua tahun lalu, ia mengusulkan tiga lokasi pusat pelatihan guru untuk direkomendasi menjadi regional center SEAMEO yang menjadi pusat pelatihan guru untuk guru-guru dari negara anggota Asean termasuk Timor Leste.
"Usulan tersebut diterima pada kongres SEAMEO di Pukhet, Thailand, Maret 2008 dan diresmikan pengoperasiannya saat ini," kata Bambang.
Dengan diresmikannya tiga pusat pelatihan guru menjadi regional center SEAMEO maka organisasi menteri-menteri pendidikan se-ASEAN ini memiliki 18 regional center, enam di antaranya ada di Indonesia. "Sebelum saya menjadi menteri pendidikan, di Indonesia sudah ada tiga regional center SEAMEO," katanya.
Ketika Bambang Sudibyo menjadi Presiden SEAMEO Council, ia melihat regional center di negara-negara ASEAN, kualitasnya sama saja dengan pusat pelatihan guru di Indonesia. Karena itu ia mengusulkan tiga pusat pelatihan guru, yakni pusat pelatihan sains di Bandung, pusat pelatihan matematika di Yogyakarta, serta pusat pelatihan bahasa di Jakarta yang telah direkomendasi dewan SEAMEO.
Menurut dia, Indonesia masih memiliki sembilan lagi pusat pelatihan guru di beberapa daerah di Indonesia yang kualitasnya sama dengan regional center di negara Asean lainnya. "Suatu saat sembilan pusat pelatihan tersebut bisa di-upgrade dan diusulkan menjadi regional center SEAMEO," katanya.
Ke-11 negara ASEAN yang menjadi anggota tetap SEAMEO Council yakni Indonesia, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Timor Leste serta tujuh negara lain yang tergabung dalam asosiasi yakni, Australia, Belanda, Jerman, Perancis, Kanada, Selandia Baru, dan Norwegia. (ant/rif)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
3
Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru dan ASN Masih Kecil: Kekayaan RI Banyak Lari ke Luar Negeri
4
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
5
Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh 5 Persen Tetapi Kemiskinan dan Penurunan Kelas Menengah Terus Terjadi
6
PBNU Targetkan 61.000 Ranting di Seluruh Indonesia Terhubung Sistem Digdaya NU
Terkini
Lihat Semua