Mendiknas: Pesantren Kombinasikan Intelektualitas dan Ketajaman Hati
NU Online · Senin, 13 Desember 2010 | 03:13 WIB
Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh mengatakan, Pondok Pesantren merupakan sekolah yang mengombinasikan intelektualitas dan ketajaman kehalusan hati.
"Santri yang lulus dari pondok pesantren bisa menjadi pemimpin yang berkualitas untuk memimpin bangsa dan negara," katanya usai meletakkan batu pertama pendirian Pondok Pesantren Progresive "Bumi Sholawat" di Desa Lebo, Sidoarjo, Jatim, Ahad (12/12).<>
Pada kesempatan itu ia atas nama pemerintah menyampaikan terima kasih atas didirikannya Pesantren Progresive "Bumi Sholawat" ini.
"Dari pondok pesantren seperti inilah calon-calon pemimpin akan muncul, karena itu pemerintah memberikan dukungan penuh atas didirikannya Pesantren Progressive ini," katanya.
Terkait masuknya kurikulum nasional ke Pesantren, menurutnya tidak harus demikian. Yang pentinmg esensinya itu yang akan membentuk akhlak.
"Untuk tahun 2011 kami akan memasukkan konsep pendidikan karakter itu sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional negeri ini," katanya.
Sementara itu KH. Agoes Ali Mashuri selaku pengasuh Pesantren Progresive "Bumi Sholawat" menjelaskan bahwa pihaknya mengambil ruang, bagaimana para santri-santri bisa mempunyai dasar agama, punya kemapanan agama serta punya basis kompetensi.
"Sebab sesuai dengan realitas yang ada saat ini, sumber daya manusia (SDM) seperti itu sangat minim sekali," katanya.
Menurtnya, ruang inilah yang diambil dan bagaimana bisa menjadi santri-santri yang punya kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional dan kecerdasan intuisi.
Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf yang ikut hadir mengatakan pendidikan Madrasah Diniyah di Jatim ini masih terdapat beberapa kekurangan.
"Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jatim akan terus memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap sekolah-sekolah yang kurang bagus, baik kualitasnya maupun sarana dan prasarananya," katanya.
Selain Wakil Gubernur Jatim, dalam peletakan batu pertama itu juga hadir pula Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faizal Zaini, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah serta para tokoh kyai dan ulama Jawa Timur. (ant/nam)
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
4
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
5
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
6
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
Terkini
Lihat Semua