Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXII yang diadakan di kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten kali ini merupakan sarana syiar Islam dan dalam rangka meningkatkan ukhuwah islamiyah.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an Nasional (LPTQN) Nazarudin Umar mengatakan, tidak ada penyelenggaraan syiar Islam yang besar dan semarak seperti di Indonesia melalui MTQ. "Nilai-nilai positif MTQ harus dijunjung tinggi," katanya di sela-sela pembukaan MTQ, Selasa (17/6) tadi malam.<>
Menteri Agama M Mahtuh Basyuni saat memberikan sambutan pembukaan MTQ Nasional XXII mengingatkan, MTQ menjadi ajang silaturahim dan membangun persatuan dan meningkatkan keimanan umat Muslim di Tanah Air. MTQ bukan sekedar kompetisi tilawah atau hafalan Al-Qur'an.
"Al-Quran tidak cukup cuma dilombakan. Luruskan niat kita bersama dan tujuan mulia dari MTQ,ā kata Menteri Agama di hadapan seluruh peserta MTQ 2008.
MTQ Nasional XXII dibuka Presiden SBY pada pukul 20.25 WIB. Berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan LPTQN, peserta yang lolos verifikasi sebanyak 1150 orang dari 33 kafilah. Jumlah ini lebih tinggi dibanding partisipasi MTQN tahun sebelumnya.
Cabang yang diperlombakan dalam MTQ Nasional kali ini sebanyak 7 cabang terdiri golongan Tilawah Al-Qurāan, Hidzil Qurāan, Tafsir Al-Qurāan, Khat Al-Qurāan, Fahmil Qurāan, Syahril Qur'an dan menulis kandungan Al-Qurāan. (nam)
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
2
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
3
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
4
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
5
Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam
6
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua