MUI Keluarkan Fatwa Vaksin Meningitis pada Pertengahan Juli
NU Online · Selasa, 7 Juli 2009 | 23:41 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengeluarkan fatwa penggunaan vaksin meningitis untuk jemaah calon haji (calhaj) Indonesia pada pertengahan Juli 2009.
Kini, MUI sedang menanyakan kepada Pemerintah Arab Saudi apakah vaksinasi suatu kewajiban atau ada alternatif lain, kata Ketua MUI, Amidhan, di Jakarta, Selasa (7/7).<>
"MUI akan mengambil keputusan soal penggunaan vaksin itu, pertengahan Juli 2009. Menurut penelitian kita, vaksin itu memang haram," katanya.
Menurut dia, jika ada vaksin yang halal harus dipakai, tapi kalau hingga sekarang tidak ada penggantinya dan itu diwajibkan, maka untuk sementara diperbolehkan.
"Jika itu tidak ada alternatif lain. Vaksin itu tetap kita pakai, tapi pertengahan Juli 2009 nanti," katanya.
Menteri Kesehatan, ujarnya, sudah menjanjikan pada 2010 akan melakukan penelitian dan membuat yang halal untuk pengganti vaksin tersebut. Karena itu, sekarang waktunya sudah terlalu dekat untuk melakukan itu. "Menkes akan melakukan penelitian yang tidak terkontaminasi dengan babi," katanya.
Amidhan menambahkan, vaksinnya sekarang memang haram, tapi tidak mungkin hajinya dibatalkan dan akan difatwakan secara darurat. Pihaknya sudah mengantisipasi soal vaksin itu tiga tahun lalu, tapi pemerintah tidak serius menanganinya.
"Ada tujuh negara yang menggunakan vaksin itu. MUI sudah mengeluarkan fatwa vaksin itu haram sebulan yang lalu," katanya. (ant/rif)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua