Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah mencari pengganti vaksin maningitis yang diduga mengandung enzim babi. "Pemerintah mestinya segera mencari alternatif lain dari penggunaan vaksin maningitis," ujar Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zaini Naim, di Jakarta, Senin (8/6).
Vaksin maningitis yang diduga mengandung lemak babi pertama kali ditemukan oleh Lembaga Pengkajian Pangan dan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Sumatera Selatan (Sumsel).<>
Penggunaan vaksin itu pada setiap calon jemaah haji Indonesia sudah menjadi persyaratan mutlak dari pemerintah Arab Saudi, kata Ketua MUI Samarinda itu,. "Masalah ini sudah berlangsung sejak lama, namun sampai sekarang belum ada upaya kongkret dari pemerintah untuk mencari pengganti vaksin itu," katanya.
Namun, MUI belum mengeluarkan sikap resmi terkait vaksin maningitis yang berfungsi untuk menghindari terjadinya radang selaput otak kepada calon jamaah haji yang masuk Arab Saudi.
Sebelumnya, Ketua MUI, Amidhan, juga telah memberikan reaksi dan meminta pemerintah untuk mencari alternatif vaksin lain yang bersifat halal. "Jika terbukti benar mengandung enzim babi, maka wajib dicari alternatif lain, yakni vaksin yang tidak mengandung babi," katanya. (ant)
Terpopuler
1
Pengumuman 50 Mahasantri Ma'had Aly Penerima Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35
2
Warga NU Bekasi Raya Padati Kajian Qanun Asasi KH Hasyim Asy'ari
3
Unusia Buka Beasiswa Cahaya Pintar untuk Program Sarjana dan Magister
4
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami?
5
Menembus Pelosok Ende, Relawan NU Peduli Salurkan Bantuan untuk 168 KK yang Masih Bertahan di Tenda
6
Orang Meninggal Dapat Pesangon dan BPJS Ketenagakerjaan, Apakah Jadi Harta Warisan?
Terkini
Lihat Semua