Jakarta, NU Online
Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta program siaran dengan klasifikasi "D" menurut Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) distop penayangannya selama bulan suci Ramadhan.
Permintaan itu disampaikan oleh M. Said Budairy, Ketua Komisi XI Informasi dan Komunikasi MUI, dalam forum diskusi tentang tayangan televisi yang lebih kondusif selama bulan Ramadhan 1428H, di Jakarta, Rabu.
Klasifikasi "D" yang dimaksud adalah tema tayangan yang mengangkat persoalan orang dewasa seperti intrik dalam keluarga seperti perselingkuhan dan perceraian.
Tema kekerasan, vulgar, klenik, dan kontak roh juga harus dihentikan penayangannya selama bulan Ramadhan karena hanya akan membodohi masyarakat, kata Said.
Selain itu MUI, sebagai organisasi keagamaan yang terbesar di Indonesia, meminta agar lembaga penyiaran meningkatkan kepatuhannya kepada Undang-undang Penyiaran dan P3SPS.
"Kalau mereka patuh, tentu lembaga penyiaran tidak akan dikritik sebagai pembodohan atau mengajarkan kekerasan dan kejahatan," kata Said.
Sementara itu Ketua Lembaga Sensor Film (LSF), Titi Said, mendesak agar tayangan televisi selama Ramadhan bermateri siaran dengan kriteria "untuk semua umur".
Ia menjelaskan, jam tayang 22.00-03.00WIB yang biasanya diisi dengan materi siaran "usia dewasa" pada bulan Ramadhan akan ditonton oleh semua jenis penonton. "Sehingga harusnya selama bulan Ramadhan materi tayangan menggunakan kriteria ’semua umur’," kata Titi. (ant/mad)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
4
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
5
NU Online Raih AMSI Awards 2026 Kategori Inovasi Strategi dan Engagement Terbaik
6
PBNU Terima Kunjungan BTN dan BSN, Bahas Akses KPR Subsidi bagi Warga NU
Terkini
Lihat Semua